Home / Kelakar / Ini Kisah Abdul Fatah Menuju Kursi Wakil Gubernur Babel

Ini Kisah Abdul Fatah Menuju Kursi Wakil Gubernur Babel

Bagikan :
  • 175
    Shares

Abdul Fatah dilahirkan di Pulai Air Masin, Gantung 3 Agustus 1953. Ia merupakan anak keempat dari Sembilan bersaudara dari keluarga H Hamzah Kadir dan Ibu Fatmah.
Sejak kecil tinggal di Pulau Air Masin dan bersekolah di Sekolah Rakyat di Gantung tahun 1965. Kemudian melanjutkan SMP Jaya Bhakti Gantung.

Tamat SMP tahun 1969, Ia melanjutkan pendidikan SMA Negeri Tanjungpandan. Hanya beberapa hari sekolah, ia pindah sekolah Teknik Menengah (STM). Pun di sekolah ini tak lama. Ia akhirnya memilih sekolah di SMA Pergib Manggar. Di SMA Pergib inilah ia akhirnya menamatkan pendidikan Sekolah Tingkat Atas.
Usai tamat sekolah tingkat atas, ia pun mengikuti kuliah di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Mengambil jurusan Ilmu social dan Ilmu politik yang diambilnya. Karena prestasi menonjol, ia meraih bea siswa supersemar guna menopang kegiatan perkuliahan.

Setelah menamatkan pendidikan di UNPAD, Fateng pun melamar menjadi pegawai negeri sipil. Ia kemudian berkantor di Departemen Dalam Negeri.
Ditengah perjalanan karirnya dan sudah menjadi pegawai, Fateng pun mempersunting seorang istri. Namanya, Dra Laksmi Dharmayanti, yang berprofesi sebagai Dosen di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Dari perkawinannya, dikaruniai tiga anak. Diantaranya, Cindarkasih, Diah Cintani dan Hikmah Kasigrafi.

Ditengah-tengah mengabdikan diri sebagai PNS, Fateng pun melanjutkan pendidikan S2. Fateng pun merampungkan Magister Science Public Administration di Universitas Indonesia.
Dilihat karir PNS, Fateng merentang mulus yang dimulai dari bawah. Awalnya, berkarir di Depdagri dengan golongan 11 b, di Biro Kepegawaian Setjen Depdagri. Berikutnya, Kasubbag Statistik dan Dokumentasi Biro Kepegawaian tahun 1981.

Di Depdagri ini, ia pun pernah bertugas Kabag Tata Naskah Biro Kepegawaian, Kabag Pengembangan Pegawai pada Biro Kepegawaian, Kabag PNS Pusat DPB pada biro Kepegawaian.
Tak hanya itu. Didegdagri juga ia pernah menjadi Kabag Perencanaan Pegawai, Koordinator Kepegawaian Bidang Mutasi pada Biro Kepegawaian. Karirnya pun bersinar di Depdari, ketika ia menjadi Kepala Biro Kepegawaian pada Sekretariat Jenderal Depdagri tahun 1999 dengan golongan IV B.

Ia pun sempat ditugaskan, Inspektur Wilayah I Pada Inspektorat Jenderal Depdagri. Tugas ini hanya sementara, selanjutnya dikembalikan lagi tugas sebagai Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Depdagri.
Karena karirnya merentang, Fateng pun banyak diminta untuk duduk sekaligus membenahi pemerintahan daerah. Karena itu, di Kabupaten Belitung, Abdul Fatah pun sempat menjadi Sekda Belitung. Keinginan untuk menjadi sekda tersebut bukan karena ambisinya, namun karena permintaan daerah, termasuk dukungan agar putra daerah memimpin daerah.

Ketika menjadi Sekda tahun 2010 – 2013, Fateng pun banyak membenahi berbagai persoalan pemerintahan di Daerah.
Begitu pun tak sedikit lagi penugasan lainnya seperti dirangkum berbagai puncak jabatannya diraih seperti Staf Ahli Gubernur Papua Barat (tahun 2005), Direktur Penata Daerah & Otonomi Khusus Pada DitjenOtda tahun 2007, Inspektur Wilayah IV pada inspektorat Jenderal Kementerian Kemendagri (2009), Dan Lektor pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2016).

Selama berkarir, Fateng pun mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia. Diantaranya, Satya Lancana Karya Satya X tahun (1988), Satya Lancana Karya Satya XX tahun 1998, Satya Lancana Karya Satya XXX tahun 2008.

Dan kini setelah terpilih dan pemenang dalam pikada Bangka Belitung, Drs Abdul Fatah ini menjadi wakil gubernur Bangka Belitung bersama Erzaldi Rosman Johan sebagai gubernur Bangka Belitung periode 2017-2022. Abdul Fatah bersama Erzaldi dilantik presiden Joko Widodo Diistana Negara, tanggal 12 Mei 2017. (Wawancara Sunanti M Abus dengan Abdul Fatah Msi, saat pilkada Bangka Belitung beberapa waktu yang lalu)*