Home / Sejarah / Mbah Moen Sebut Orang Belitung Punya Jasa Besar Bagi Dakwah Islam di Nusantara

Mbah Moen Sebut Orang Belitung Punya Jasa Besar Bagi Dakwah Islam di Nusantara

Bagikan :
  • 1
    Share

Orang Belitung punya jasa besar bagi dakwah Islam di Nusantara. Sepengal dari bagian sambutan yang diungkapkan Mbah Moen alias Mustayar PBNU KH Maimoen Zubair, seperti ditulis media NU Online, di www.nu.or.id saat menyampaikan sambutan selaku tuan rumah pada silatuhrahim nasional alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang Jawa Tengah, pada kamis (16/3).

Menurut Mbah Moen, Islamnya orang sarang berasal dari dakwahnya orang Belitung dan Bangka dan bukan oleh para wali dari Demak. Mbak Moen menyebut sejarahnya, ketika Kubilai Khan menguasai kerjaan cina dan mengirim pasukan ekpedisi ke Jawa, Prajuritnya dipotong telinganya oleh Raja Singosari Kertanegara.

Kemudian, kata Mbah Moen, ketika pasukan Tartar dikirim untuk menyerang raja jawa itu, Singosari telah tiada dan diganti kerjaan Majapahit. Pasukan dari Cina itu dikalahkan oleh Majapahit sehingga banyak yang berlarian ke berbagai daerah dan ada yang kembali ke negeri Asal.

Namun ungkap Mbah Moen, Sebagian pasukan Kubilai Khan itu ada yang muslim. Dan prajurit muslim itu setelah lari dari Majapahit lantas menetap di Bangka dan Belitung. Lalu mereka berubah menjadi petani atau guru. Diantaranya ada yang berdakwa hingga ke Sarang, Rembang Jawa Tengah. Itu terjadi sebelum era demak.

“Cerita ini saya dengar dari abah saya, Abah saya dari kakek saya. Kakek saya dari buyut saya. Buyut saya itu dulunya mengajinya di Belitung, napak tilas ke pendakwah asal Belitung,” kelakar Mbah Moen yang menyebut orang Belitung punya jasa besar bagi dakwah Islam di Nusantara.

Asal tahu saja, Kabupaten Rembang berada di provinsi Jawa Tengah. Di wilayah ini tumbuh pesantren yang bernama Al Anwar. Pesantren ini diasuh KH Maimun Zubair yang akrab di panggil Mbah Moen. Di Kabupaten Rembang inilah melahirkan ulama besar seperti Mbah Moen, kiai paling Sepuh. (Foto Gambar Mbah Moen/Muslimedianews.com)

Baca Juga :  Presiden Soekarno Pidato di Gedung Nasional Tanjungpandan