Home / Wisata Belitung / Menyelesuri Wisata Religi Makam Syech Abubakar Abdullah

Menyelesuri Wisata Religi Makam Syech Abubakar Abdullah

Bagikan :
  • 16
    Shares

BADAU: Kabut pagi masih menyelimut ketika empat sepeda roda dua meluncur masuk ke kawasan perkampungan Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Belitung Induk, pada pertengahan Nopember lalu. Sepagi itu pula tiga kendaraan sepeda motor menelusuri masuk ke sebuah lika liku di kawasan Gunung Tajam dimana tempat Syech Abu Bakar Abdullah dimakamkan.

Sebelum mencapai kawasan Gunung Tajam, secara kebetulan trawangnews.com dari yang termasuk empat orang warga ini harus hati-hati melintasi jalan masuk ke arah gunung Tajam. Sebabnya, kendaraan motor pun perlahan-lahan melewati jalan raya, untuk menghindari hal-hal yang terjadi, karena kondisi jalan tak begitu memadai.

Guna mengetahui lokasi makam syech abubakar Abdullah tentu ada sebuah petunjuk untuk masuk. Sebuah papan nama terpampang di tepi jalan masuk.

Maklumlah, sebelum masuk tentunya tanpa ada terpampang ke kawasan siapapun kalau pertama kali akan binggung bila hendak masuk ke kawasan ini lantaran banyaknya terdapat jalan.

Karenanya bila hendak menuju kawasan itu perlu mengikuti petunjuk jalan masuk ke kawasan tersebut,Selang beberapa kali melewati jalur jalan tersebut tentunya sebelum menaiki makam syech abu bakar, tentu terlebih dahulu akan menyaksikan panorama kawasan gurok beraye di Gunung Tajam.Di kawasan tersebut terdapat pemandian air terjun gurok beraye namenya.Di sekitar tersebut ada lokasi tempat parker, termasuk tempat pergantian baju bila hendak mandi.

Konon kabarnya,menurut kebiasaan, sebelum akan memasuki kawasan Syech Abu Bakar Abdullah,warga disarankan untuk mandi. Kalau pun tak mandi namun cukup berwudhu.Usai melaksanakan ucapan itu, lantas baru untuk memasuki tangga demi tangga menuju kawasan Gunung Tajam sekitar 350 meter kaki dari pertengahan puncak gunung Tajam.

Memang saja, sebelum mencapai tujuan, para warga yang hendak berkunjung ke lokasi tersebut harus melewati berbagai liku-liku jalan aspal untuk menuju ke lokasi kawasan pemakaman. Bila ingin berniat untuk kepentingan orang ramai tentu kunjugan itu tak masalah,tapi bila kunjungan itu hanya untuk mementingkan pribadi, tentunya perjuangan untuk menuju ke lokasi pemakaman terbilang amat berat. Bahkan bukan tak mungkin tidak akan sampai ke lokasi pemakaman.

Salah satu kawasan Wisata Air Terjun Gurok Beraye,

Menurut catatan sejumlah sejarah, Syeck Abubakar Abdullah merupakan salah satu penyiar dakwah dalam rangka kepentingan agama islam di Belitung,serta di seluruh jagat raya.

Asal tahu saja, gunung Tajam itu dulunya merupakan sempat dibangun kejayaan PN Timah. Kala itu, PN itu mendirikan sebuah stasiun telivisi yang dipergunakan untuk masyarakat Belitung, berikut juga berbagai fasilitas-fasilitas untuk kepentingan umum ketika itu.

Bahkan,jalan-jalan itu terbilang kala itu beraspal Tiang minggu tak sedikit warga bertandang ke lokasi ini, selain untuk menikmati wisata air terjun,juga tak terlepas untuk kegiatan ziarah.

Untuk kegiatan ziarah ini memang tak selalu banyak,Ini tergantung kepentingan masing-masing warga.

Belakangan,saat hengkang PN timah dari Belitung kawasan gunung Tajam tak sebagus seperti yang dulu,Jalan-jalan yang hendak menuju ke lokasi kawasan gunung tajam mauupun kawasan pemakaman setidaknya sudah harus mendapatkan perhatian serius bagi pemerintah daerah. Sebab, di kawasan itu juga terdapat air terjun yang dipergunakan warga untuk bersantai ria disaat hari libur,serta hari-hari besar,Sayang bila kawasan wisata alam serta wisata religi ini tak dimanfaatkan betul-betul oleh masyarakat.

Salah satu jalan menuju kawasan makam Syech Abubakar Abdullah

Tentu saja dibalik dari keunikan makam Syek Abu Bakar Abdullah tentunya kawasan ini memang bisa mendatangkan asset daerah bila dikelola secara professional.

Dan tentunya tanpa menghilangkan makna sejarah,dan keunikan dari makam itu sendiri. *trawangnews.com