Home / Sejarah / Pengakuan Kedaulatan RI, Tiga utusan Dari Billiton Ikuti Perunding KMB di Den Haag

Pengakuan Kedaulatan RI, Tiga utusan Dari Billiton Ikuti Perunding KMB di Den Haag

Bagikan :
  • 70
    Shares

Sejarah Indonesia bahkan sejarah dunia mencatat, disaat-saat ingin pengakuan kedaulatan Indonesia di mata Internasional, sulit dibantah tiga utusan dari Billiton yang diutus perwakilan dalam Federasi Bangka Billiton Riau (Baberi) mengikuti perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) Belanda. Ketiga urang Belitong adalah, KA Muhamad Yusuf, Prof HM Joedono, dan Tjang Tjin Kon.

Ketiga utusan dari Billiton (Sekarang nama Belitung) ini, bersama-sama dengan perwakilan dari utusan Dewan Bangka yang tergabung dalam Federasi Baberi ini diutus untuk melakukan perundingan di KMB.

Ini tergambar dalam sebuah Perjuangan Bangka Belitung yang ditulis Husnial Husin Abdulah. Dalam bukunya disebutkan kompromi terakhir persetujuan Roem Royen sesungguhnya berlangsung di Mentok.

Kesepakatan dari Mentok ini kemudian disampaikan ke Jakarta tanggal 17 Mei 1949 sehingga Belanda akhirnya berunding pada KMB di Den Haag untuk membicarakan kedaulatan RI.

Dan tentu saja, KMB di Den Haag pada Desember 1949 merupakan babak final yang menentukan dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Tanggal 27 Desember 1949 Belanda pun akhirnya mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Karena Ditawan
Seperti diketahui puncaknya desakkan atau latar belakang KMB digelar adalah akibat penahanan Bung Karno dan pemimpin Bangsa yang ditawan di Puncak Menumbing, Bangka yang dikala itu berakibat kecaman dari masyarakat Dunia.

Akhirnya, memaksa Belanda berunding dalam KMB di Den Haag, Desember 1949. Dan Bangka Belitung pun yang tergabung dalam Federasi Baberi mengirimkan utusan delegasinya ke KMB. *Foto Istimewa/ (Majalah Bulanan Suar terbitan Belitung/Diambil dari berbagai sumber)

Baca Juga :  Ketika Ditawan Di Mentok, PIM Belitung Kunjungi Bung Karno