Home / Kelakar / Presiden Soekarno Pidato di Gedung Nasional Tanjungpandan

Presiden Soekarno Pidato di Gedung Nasional Tanjungpandan

Bagikan :
  • 564
    Shares

Padang Kemiring yang sekarang diubah nama sebagai gedung Nasional di tahun 1950an di jejali ribuan massa.
Tak peduli ia, mereka perempuan, ibu-ibu dan Bapak, menyempatkah hadir di Padang Miring.Merdeka…merdeka.

Itulah peristiwa yang bersejarah bagi masyarakat Belitung.Betapa tidak,Presiden Soekarno datang ke Belitung yang disambut ribuah warga tumpah ruah, Maklumlah, hangatnya suasana masyarakat Belitung menjelang kedatangan Bung Karno ketika itu.

Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan hari lain ketika kabar kedatangan Bung Karno santer terdengar. Saat itu, pembicaraan rakyat Belitong dari pelosok desa hanya tertuju kepada presiden Soekarno. Dan akhirnya, berduyun-duyun mendatangi padang miring untuk melihat ari dekat wajah Bungkarno.Orasi di Padang Miring Memang saja, kedatangan Soekarno ke Belitung dan sekaligus melakukan orasi di Padang Miring Tanjungpandan.

Tak kurang 20 ribu warga Belitung (Belitung dan Beltim:red) dari 70 ribu penduduk Belitung ketika itu.
Mereka datang karena peduli dan meminta presiden Soekarno agar terus memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Berbagai informasi yang diperoleh trawang menyebutkan Soekarno datang ke Belitung adalah atas undangan dari peran almarhum Burhan, Ketua PIM (Ketua Partai Indonesia Muda) Kabupaten Belitung waktu itu. Tahun 1949 lalu, delegasi PIM, Boerhan mengunjungi Presiden Soekarno yang sedang ditawan di Menumbing (mentok Bangka), Waktu itu ddihadapan presiden, Boerhan menyatakan ikut prihatin atas pergorbanan pemimpin besar Bangsa Indonesia yang ditawan. Nah, dalam pertemanan tersebut, Boerhan secara ceplas ceplos mengutarakan kepada presiden sekiranya menyempatkan diri singgah ke Belitung.

Atas inisiatif dari Boerhan, Soekarno akhir dilaksanakan. Dan kedatangan itu akhirnya disambut hangat masyarakat Belitung.

Bahkan, sebelum kedatangan presiden Soekarno, ada masyarakat yang menginap di kawasan padang Miring. Saking tidak tahannya lagi ingin berjumpa dengan Bungkarno. Waktu itu sekitar padang miring tersebut ada batang Ketapang, disitulah mereka tidur-tiduran sambil menunggu tiba pagi hari berikutnya.

Baca Juga :  Ketika Ditawan Di Mentok, PIM Belitung Kunjungi Bung Karno