Home / Sejarah / Pulau Belitung Sempat Di Bentuk ‘Billiton Raad’

Pulau Belitung Sempat Di Bentuk ‘Billiton Raad’

Bagikan :
  • 1
    Share

TANJUNGPANDAN: Di era tahun 1946, berdirinya di pulau Belitung (Red: Sekarang Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur) dengan nama Biliton Raad (Dewan Belitung). Billiton Raad dibentuk dan dilatarbelakangi keinginan orang Belanda untuk mencengkramkan kukunya untuk memberikan pengaruhnya dibidang politik, ekonomi dan bidang lainnya.

Berdasarkan buku sejarah perjuangan rakyat belitung 1924-1950 menyebutkan tujuan dibentuknya Billiton Raad oleh NICA ini adalah untuk mendukung pembentukan negara Indonesia Timur.

Untuk merealisasikan hal itu, maka Biliton Raad ini untuk memilih anggotanya digelar di dua tempat. Tanggal 4 Juli 1946 dilaksanakan di Belitung Timur dan tanggal 9 Juli 1946 dilaksanakan di Belitung Barat.

Pada proses pemilihan anggota Billiton Raad di Belitung Timur, dihadiri 39 orang pemilih dan berhasil mencatat 20 orang nama yang diurutkan dari jumlah suara terbesar hingga jumlah perolehan suara terendah. Dengan catatan, yang berhak dipilih anggota Billiton Raad sementara adalah untuk nomor I sampai dengan 7 (Dari suara terbesar hingga terendah).

Selanjutnya di Tanjungpandan, dihadiri 41 orang pemilih dan terdapat 10 orang nama yang diurutkan dari besar hingga terendah. Rapat pun memutuskan untuk berhak dipilih menjadi anggota Billiton Raad dari satu sampai nomor 7.

Sayangnya, setelah dilakukan pemilihan anggota Billiton Raad yang sementara, terjadinya protes. Hal ini karena dalam proses pemilihannya terjadinya penyelewengan dari soal suara hingga tidak mempunyai kuasa (mandat) dari rakyat umum terhadap beberapa nama yang terpilih anggota Billiton Raad saat pemilihan tersebut.

Untuk mencari solusi akibat kebuntuan tersebut, maka dipilihnya anggota dari Fraksi Republiken. Dan nama-nama yang dimaksud adalah DR. M Joedono, KA Djohar, KA Abd Hamid, Mahran, Abd Wahab, Ibrahim Djaidin dan Mohd. Sa’ad.

Kesediaan Dr M Joedono dan Mohd Sa’ad untuk duduk dalam Billiton Raad ini antara lain bertujuan untuk mengagalkan rencana Nica menjadikan Belitung sebagai salah satu Negara Boneka.

Sementara itu, Kelompok Federal mencalonkan Mohd Joesoef dan Kelompok Rebupliken mencalonkan Dr M Joedono.Setelah pemilihan jelas bahwa KA Mohd Joesoef yang terpilih dengan perbandingan suara 11 berbanding 7 Suara.

Memang saja, Billiton Raad sempat berdiri atau hanya berjalan sekitar 2 tahun. Dan akhirnya dibubarkan setelah diadakan sidang khusus acara tunggal yaitu menyerahkan pemerintah kepada Republik Indonesia. Ketua Billiton Raad (Dewan Belitung) menyerahkan kepada wakil pemerintah Indonesia yang diwakilkan Sdr. R Soemardjo./Foto: Istimewa.*trawangnews.com