Home / Kelakar / Safari ANS: Babel Harus Punya ‘Grand Design’ Pembangunan Yang Jelas

Safari ANS: Babel Harus Punya ‘Grand Design’ Pembangunan Yang Jelas

Bagikan :
  • 170
    Shares

Sosoknya sudah familiar di tengah masyarakat Bangka Belitung. Dialah Safari ANS, tokoh masyarakat Bangka Belitung yang tinggal di Jakarta. Lelaki yang sempat mengisi berbagai acara di stasiun televisi Swasta, di ANTV, TVONE, JAK TV beberapa waktu yang lalu ikut memberikan perhatian khusus bagaimana nasib ke depan provinsi Bangka Belitung.

Terutama sekali, sejak terpilih gubernur yang baru Erzaldi Rosman Johan dan Abdul Fatah yang tentunya pemimpin ini menjadi harapan semua pihak serta tokoh-tokoh masyarakat Bangka Belitung di daerah, maupun luar daerah seperti halnya di Jakarta untuk memberikan kemajuan dari Bangka Belitung.

Seperti diketahui, Salah seorang putra Bangka Belitung yang berkiprah di tingkat Nasional, Safari ANS  merupakan salah satu dari anggota presidium Bangka Belitung yang ikut memperjuangkan berdirinya provinsi Bangka Belitung. Saat dihubungi trawangnews.com pada acara serah terima jabatan dan pengantar tugas di Kantor Gubernur, di Hotel Santika, Pangkal Pinang beberapa waktu yang lalu, Safari ANS memberikan penilaian dan harapan kedepan untuk pemimpin Bangka Belitung dibawah kepemimpinan Erzaldi Rosman Johan dan Abdul Fatah.

Nah, bagaimana untuk membenahi Bangka Belitung menjadi lebih baik serta konsep apa saja yang harus menjadi pemikiran bersama dari pengambil kebijakan serta masyarakat di Bangka Belitung, berikut ini wawancara trawangnews dengan Safari ANS di Hotel Santika, Pangkal Pinang pada Minggu Keempat Mei (24 Mei 2017).

Bagaimana anda melihat Bangka Belitung saat ini?

Menurut saya, agar Provinsi Bangka Belitung bisa mengejar ketinggalan seperti yang diucapkan  Gubernur Bangka Belitung dalam rapat paripurna kemarin, yang menyatakan bahwa ada dua provinsi yang sistim keuangan kurang begitu baik selama ini,Dan salah satunya adalah provinsi Bangka Belitung. Menurut saya, ini berarti indikator manajemen di Provinsi Bangka Belitung tidak begitu baik. Maka upaya yang harus dilakukan ke depan adalah bagaimana pengelolaan manajemen provinsi Babel menjadi benar, Kita harapkan bahwa baik Pak Erzaldi Rosman Johan maupun Pak Abdul Fatah sebagai alumni IPDN dapat membenahi sistem pemerintahan provinsi ini menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang.

Lantas apa lagi harus menjadi pemikiran ke depan?

Pak Erzaldi dan Pak Fatah tidak bisa membiarkan Bangka Belitung berdiri tanpa konsep yang jelas. Di Bangka Belitung diakui tidak ada progres (kemajuan) baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Oleh karena itu, menurut saya, konsep pembangunan di Bangka Belitung ke depan ini harus jelas. Selama ini kita binggung akan kemana Bangka Belitung. Nah, solusinya adalah harus ada Grand Design yang jelas.

Dan tentunya, yang membuat Grand Design itu adalah urang Bangka Belitung sendiri terutama kalangan terpelajar. Kita tahu, Timah sudah mulai mau habis, namun kita (Babel) masih diberikan kesempatan oleh Allah satu kesempatan lagi, dimana di Bangka Belitung ini kita memiliki mineral yang mahal yang dibutuhkan di dunia modern saat ini. Saat ini kita tahu, Cina yang menguasai mineral hampir 97 persen plafon ekspor di dunia. Dan namanya mineral mahal itu adalah Mineral Tanah Jarang.

Nah sekarang, Mineral Tanah Jarang di Indonesia ini cuman ada di Bangka Belitung. Yang kalau dihitung berdasarkan stok IUP PT Timah dan Stok yang IUP dikeluarkan Gubernur Babel, Babel memiliki Mineral Tanah Jarang yang bisa menyuplai dunia selama 8 abad. Kebutuhan dunia akan meniral 140 ribu ton pertahun.

Selama ini 97 persen dikuasai cina, dan menjadi senjata cina bagi dunia internasional sebagai ancaman politik. Misalnya, Jepang menembak nelayan cina, maka cina marah. Maka industri Jepang tidak disuplai meneral tanah jarang selama dua bulan. Nah, kelabakan negara Jepang. Dan mineral tanah jarang terkait juga dengan industri ruang angkasa di Amerika, bahkan seperti handphone, televisi termasuk peluru kendali begitu terkait dengan mineral tanah jarang. Babel tentunya memiliki deposit mineral ini untuk 8 abad lamanya.

Nah, bagaimana konsep Anda untuk Babel ke depan?

Sekarang mineral ini belum di eksploitasi. Nah, persoalan sekarang apa Babel akan terus mempertahankan Timah. Sementara kalau hanya mengandal timah, dan begitu timah habis masyarakat jadi miskin, begitu tidak nambang lagi masyarakat pun jadi miskin. Ini karena di dalam tataran masyarakat babel kita ini tidak ada sistim.

Dan yang harus kita buat adalah ada sebuah sistem. Misalnya bagaimana semua kekayaan di Bangka Belitung ini menjadi milik rakyat, Apakah rakyat bergabung dalam sebuah Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR). Jadi setiap ada investor asing baik dari Cina, Eropa, Jepang, masuk ke wilayah Bangka Belitung, harus ada perda yang mengatur.

Dan setiap investasi di babel yang mengeksploitasi di alam Bangka Belitung harus menyerahkan saham abadi ke BUMR sehingga masyarakat kita yang tidak mengerti apa-apa tentang kekayaan alam ini kita bisa diakomodir dan bisa menjadi sebuah sistim sampai nantinya ke anak cucu kita.

Contoh saja. Orang mau Investasi di bidang perikanan, ada saham BUMR dan masuk saham abadi. Jadi disini bukan saham setor (dalam perseroan habis). Kalau saham abadi selama-selamanya masih ada perusahaan terus berjalan. Orang mau nambang Mineral misalnya, ada saham BUMR dan masuk dalam saham abadi. Orang Belitung punya saham, orang Bangka Tengah punya saham, Bangka Barat punya saham, orang Pangkal Pinang punya saham, orang Beltim punya saham.

Nah, Holding-nya(Perusahaannya), adalah Babel Incoporation. Babel Incoporation harus minta saham di PT Timah 14 persen. Dan mintanya saham ke Pusat. Dan yang minta bukan pemda tapi rakyat. Maklum timah mau habis. Kemudian BUMR Babel Incoporation ini punya saham di Bank Babel nantinya jadi pendiri Bank Babel, punya saham pembangkit tenaga listrik di Bangka sebagai tenaga listrik terbesar di Indonesia.

Jadi konsep saya, Belitung dengan kek wisata bisa dikembangkan Tax Haven (surga pajak) area. Jadi belitung nantinya bisa menjadi wilayah surga bagi pajak. Sehingga perusahan besar buka cabang disana. Dan ini hanya sebuah konsep.

Misalnya, di Bangka lagi. Di Tanjung Ular kita dirikan kawasan silikon Indonesia. Nantinya dibuka pabrik seperti handphone, earphone, samsung dan lain-lain. Mereka (investor) harus buka pabrik di Tanjung ular Mentok karena mineral mahal yang mereka butuhkan tidak kita ekspor. Jadi, Kalau kalian(Investor) butuh mineral, maka mereka harus buka pabrik dan investasi disini ( Memang sekarang ini listrik persoalannya untuk investasi). Jadi Bangka menjadi sentra produksi limbah silikon dan Belitung menjadi sentra industri keuangan sebagai Tax Haven area ke depan di Bangka Belitung . Saat ini di Malaysia – Labuan sudah menggunakan Tax Haven Area, Hongkong, Singapura , Thailand, pulau Crismas dan negara lainnya.

Jadi ini konsep. Dan tentunya Grand Design pembangunan harus dibuat dengan duduk bareng secara bersama-sama dengan aktivis sekolahan, akademis, di Bangka Belitung. Dan jangan biarkan gubernur dan wakil gubernur berjalan sendiri.

Mereka tidak mampu menampung ide-ide ini. Semoga dengan Grand Design ini kelak Bangka Belitung seperti tidak seperti timah mau habis. Semua redup. Ekonomi mati. Asal tahu saja, Petumbuhan ekonomi Babel saat ini dibawah tiga persen. Seharusnya tumbuh satu persen di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Jadi , pertumbuhan ekonomi nasional 5,4 persen, dan idealnya 6,4 persen.

Dan kalau dibawah itu, maka ini kenyataannya sekarang kenapa saat ini ekonomi di Babel sangat terganggu. Dan sebabnya adalah pertumbuhan ekonomi kita rendah. Makanya, itulah kita perlu Grand Design pembangunan harus kita bikin dari sekarang. Agar masyarakat memiliki akan harapan dan masa depan Babel, lapangan kerja meningkat, dan ekonomi stabil dan meningkat hingga mencapai kemakmuran rakyat Bangka Belitung di masa yang akan datang. Itu saja. *trawangnews.com