Home / Bangka Belitung / TIM KKN UBB Sukses Buat Kompos Dari Limbah Cangkang Rajungan

TIM KKN UBB Sukses Buat Kompos Dari Limbah Cangkang Rajungan

Bagikan :
  • 1
    Share

MEMBALONG: Tiga orang mahasiswa UBB (universitas Bangka Belitung),yang merupakan TIM KKN UBB berhasil membuat kompos dari cangkang rajungan.

Mereka adalah  Herliana Saragi, Saiful Anwar, Mohammad Rapi, merupakan mahasiswa jurusan agroteknologi tengah menjalankan KKN PPM UBB 2017 di Pulau Seliu, Kecamatan  Membalong, Kabupaten Belitung.

Ketiga mahasiswa ini diberi tanggung jawab oleh dosen pembimbing lapangan untuk menyelesaikan program KKN yaitu pemanfaatan limbah cangkang rajungan yang berlimpah di Pulau Seliu. Berdasarkan konsultasi kepada dosen agroteknologi pasca panen, mereka akhirnya berhasil membuat kompos tersebut.

Salah satu dari mahasiswa mengutarakan bahwa waktu untuk proses penguraian/pemasakan dari zat kitin yang terkandung dalam cangkang rajungan membutuhkan waktu 40 hari. Sehingga, mereka bertiga ditambah 2 orang rekan lainnya harus terlebih dahulu datang ke Pulau Seliu untuk mulai mengerjakan program tersebut.

Sementara itu, Senin, (10 Juli 2017) lalu mereka telah berangkat ke menuju Pulau Seliu dan keesokan harinya sampai di sana. Butuh waktu 2 hari untuk mempersiapkan bahan-bahan pembuatan kompos.

Menurut ungkapan Butet, sapaan akrab untuk Herliana Saragi untuk bahan kompos limbah rajungan terdiri dari limbah rajungan, limbah sayuran, air, gula, bioaktivator (EM4), dan HCL. Setelah bahan terkumpul mereka akhirnya Kamis, (13 Juli 2017) mengerjakan kompos bersama dengan warga. Pembuatan berlangsung 2 hari, walau memang terhalang hujan yang senantiasa mengguyur Pulau Seliu kala itu. Selanjutnya, pada hari ketiga malam keempat mereka mengadakan sosialisasi dan di sambut dengan antusias oleh warga seliu.

 

Seperti diketahui, kompos merupakan hasil penguraian tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik oleh mikroba dalam kondisi lingkungan yang lembab, hangat dan tidak membutuhkan oksigen/udara. Bahan pembuatan kompos biasanya terdiri dari sayur-sayuran busuk, dedaunan, buah-buahan busuk, air beras, kotoran dan urine sapi dan berbagai limbah rumah tangga yang mudah di dapatkan.  .*Sumber: Jujun, TIM KKN PPM UBB, Kurniawan, S.Pd.,M.Si, Christianingrum, S.Pd., M.M, Anggraeni Yunita, S.E., M.Si.