Home / Bangka Belitung / Halal Bihahalal “Galor Biak Bandung Di Belitong” Lintas Generasi
IMG_20220515_145603

Halal Bihahalal “Galor Biak Bandung Di Belitong” Lintas Generasi

Bagikan :

RENGGIANG: Moment Idul fitri dimanfaatkan untuk kegiatan halalbihalal. Salah satunya, Silatuhrahmi begalor biak Bandung di Belitong, yang dilaksanakan di Tebat Rasau Lintang Kecamatan Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, pada 15 Mei 2022.

IMG_20220515_145840

Sebelumnya, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara sebelumnya. Seperti pertemuan reuni alumni Bandung di Tanjungpandan, dan pertemuan silatuhrahmi di Manggar, hingga terakhir ini dilaksanakan halalbihalal yang dilaksanakan di Tebat Rasau Lintang.

Adapun kegiatan ini dengan koordinator acara Burhanudin Simin bersama rekan-rekan lainnya baik alumni Bandung yang ada di Tanjungpandan maupun Belitung Timur mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.

Pertemuan ini kata Burhanudin, semacam temu kangen “biak biak belitong” Alumni Bandung, sekaligus halal bihalal di Wisata Alam Geosite Tebat R.asau.

Burhanudin sebut bahwa tujuan acara ini tak lain dan tak bukan adalah untuk merajut silaturahim sesama Alumni Bandung lintas generasi.
“Semoga acara ini terus berlanjut, dan kompak bersatu antar alumni Bandung,” katanya.

IMG_20220515_150001

Adapun acara kegiatan diisi dengan sambutan koordinator acara, dilanjutkan begalor “ngembarikan” dan “ngelakar” masa kini tentang berapa cucuk masing-masing. Ada sedikit canda tawa, dan ada juga kenangan rekan-rekan yang dulunya sepermainan saat tinggal dan kuliah di Bandung.

Acara selanjutnya ditutup dengan makan bedulang sebanyak 16 dulang serta dilakukan sholat Zuhur berjemaah.

Sementara itu, Abdul Hadi Adjin sebagai Alumni Bandung angkatan 1972 ketika diminta keterangan mengatakan terimakasih kepada semua kawan kawan yang telah hadir dalam suasana bulan Syawal dan bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmatnya.

IMG_20220515_150221

Sebagai ketua Lambel Belitung, Hadi menyambut baik dipilihnya Geosite Tebat Rasau sebagai tempat “NGAYAU” yang berbasis lingkungan hutan rasau dan hamparan sungai yang sangat luas dengan 168 Jenis-jenis ikan di dalamnya.

“Terimakasih kepada Nasidi yang sehari harinya di panggil DOc sebagai Ketua Komunitas geosite Tebat Rasau yang telah mengelola dan ‘ngemasek’ tempat ini sebagai tujuan wisata berbasis lingkungan alam,” katanya.*