Home / Bangka Belitung / In Memoriam Ishak Zainudin di Mata PWRI Belitung, Kesan & Kenangannya

In Memoriam Ishak Zainudin di Mata PWRI Belitung, Kesan & Kenangannya

Bagikan :

TANJUNGPANDAN:
Keluarga besar PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Belitung yang merupakan organisasi para pensiunan pegawai negeri sipil se Belitung ucapan bela sungkawa kepada Bupati Belitung, periode 1999-2004 Ishak Zainuddin, yang wafat pada hari Sabtu, 20 Nopember 2021.

Sejumlah pejabat daerah diantaranya Bupati Belitung H. Sahani Saleh,S.Sos didampingi Sekda Belitung H.MZ.Hendracaya SE,M.Si dan Bupati Beltim Drs. Burhanudin hadir di rumah duka di Jl.Kemuning Tanjungpendam, kelurahan parit Tanjungpandan Belitung.

Turut hadir Tokoh senior IKMB Drs. Asmawie Asmad, Drs H. Abdul Hadi Adjin (Ketua LAMBEL), Ketua PWRI Kabupaten Belitung A. Rani Rasyid (Agok) dan sejumlah para pengurus dan anggota wredatama (pensiunan ASN), ASN dilingkungan Pemkab Belitung, tokoh partai, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Dimata PWRI Kabupaten Belitung, seperti disampaikan Ketuanya A. Rani Rasyid yang didampingi Sekretarisnya Karseno kepada media baru-baru ini menyebutkan bahwa figur beliau menjadi salah satu pemimpin dilahirkan di era reformasi tahun 1999, yang mengantarkan beliau sebagai Bupati Belitung periode 1999-2004.
Sebelumnya, Jabatan sempat disandangnya Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala Dinas Pariwisata, Asisten Dua dan akhirnya menjadi Bupati Belitung.
Sulit dibantah perannya dalam memajukan daerah, tak terkecuali dalam hal dukungan untuk kemajuan PWRI Kabupaten Belitung.

“Beliau tergabung dalam organisasi PWRI, banyak hal yang diberikan sumbangsih untuk organisasi PWRI. Kami dari keluarga besar PWRI Kabupaten Belitung ucapan belasungkawa atas wafatnya Beliau. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” katanya.

Memang saja, ketika menjadi bupati Belitung, terobosan pembangunan yang dijalankannya. Ishak Zainudin, membangun Jembatan pilang Desa Dukong kecamatan Tanjungpandan sepanjang 200 meter, dan Jeramba kubu di Desa Aik Saga yang kini dirasakan dampak akses lalu lintas bagi masyarakat Belitung.
Dan Salah satu programnya untuk pembangunan Belitung yang dicanangkan adalah terkenal progran Panca usaha pokok (Pertanian, Kehutanan, Pariwisata, Perikanan, Perternakan) Program ini digulirkan ketika saat menjadi Bupati Belitung.

Bukan hanya itu, kepedulian akan kesehatan ketika itu, pembangunan kamar VIV rumah sakit lama sebanyak 10 kamar dengan dana swadaya dan yang tidak menggunakan APBD Kabupaten karena ketika A. Rani Rasyid sebagai Kabag Pembangunan bersama Bupati mencari dana ke jakarta dengan mengumpulkan pengusaha pengusaha orang Belitung.
Sebagai Bupati, ketika itu kata Agok, bupati Belitung ketika mendorong pembentukan propinsi Babel.
Disela purnatugas sebagai Bupati, lanjut Agok, keberadaan PWRI sebagai organisasi pensiun pegawai negeri sipil ini mulai dibenagi.
“Setelah pensiun beliau mengajak kami untuk membenahi kepengurusan PWRI dengan mengadakan rapat di Gedung Wanita tanjung pandan dan beliau kami pilih sebagai Ketua dan Ketua Formatur tahun 2010 sampai 2015. Selanjutnya Ketua PWRI diserahkan kepada saya atas pemilihan di rumah beliau sampai dengan sekarang,” ungkapnya.
Selamat jalan saudara kami semoga mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT … Aamiin.*