Paparan Desain Monumen Perjuangan Babel Digelar Dinas PUPR Belitung, Ini Saran Forum Komunikasi Presidium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung Wilayah Belitung

Adapun monumen Tanjung Kelayang ini akan dibangun di kawasan Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan monumen tersebut tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga destinasi wisata yang dapat meningkatkan daya tarik wisatawan

TANJUNGPANDAN: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belitung mengadakan paparan hasil reviu desain Monumen Perjuangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung pada Selasa, 14 Mei 2024. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Dinas PUPR Kabupaten Belitung.

Paparan ini bertujuan untuk mempresentasikan hasil pekerjaan reviu Detail Engineering Design (DED) pembangunan Monumen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dilakukan oleh Konsultan PT. Dias Design Consult. Salah satu unsur forum komunikasi presidium wilayah Belitung turut diundang dalam pertemuan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Forum Komunikasi Presidium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung Wilayah Belitung, H. Suhadi Hasan, dan anggota presidium diantaranya Ruspandi, Zainal Arifin (momon) dan Abu Bakar Idrus menyampaikan sejumlah masukan dan saran terkait desain monumen.

IMG 20240516 055309

“Dalam monumen Tanjung Kelayang nanti, pada reliefnya harus ada prasasti yang memuat nama tokoh awal pencetus pembentukan provinsi. Selain itu, sempat dibahas kata ‘Ikrar ataukah deklarasi atau monumen. Namun kata “Ikrar’ lebih cocok digunakan dibandingkan ‘Deklarasi’ atau monumen serta banyak juga dibicarakan kaitan pembuatam monumen tersebut,” jelas Suhadi.

Suhadi juga menyoroti elemen-elemen desain lainnya. “Tadi dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya makna dari reviu desain Monumen Perjuangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung yang sesuai dengan fakta seperti misalnya makna sebuah bola, lingkaran kecil, lingkaran besar, monumen relief ( berisi sejarah terbentuk babel), tinggi tugu 21 meter ( Menandakan tanggal berdiri provinsi Babrl), 7 pilar (melambangkan 7 kabupaten/ kota daerah wilayah Babel) dan lainnya. Alhamdulillah sudah sesuai dengan faktanya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa monumen ini diharapkan bisa selesai paling lambat November tahun ini, bertepatan dengan hari jadi provinsi.

“Proses pengadaannya juga harus segera dilakukan melalui sistem e-katalog terbuka,” tambah Suhadi.

Ia juga meminta agar disamping pihak konsultan yang dalam pengawasan pembangunan ini juga disarankan dapat melibatkan presidium dalam pengawasan proyek, untuk memastikan hasil yang optimal dan terarah serta sesuai yang diharapkan.

Adapun monumen Tanjung Kelayang ini akan dibangun di kawasan Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan monumen tersebut tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga destinasi wisata yang dapat meningkatkan daya tarik wisatawan.

Sementara itu, pada acara tersebut kegiatan paparan ini dibuka Asisten 1 Pemkab Belitung Bakriansyah, Dinas PUPR Kabupaten Belitung, Forum Komunikasi Presidium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung Wilayah Belitung, hadir juga perwakilan lembaga Adat melayu Belitung Wawan Irwanda (bendahara), dan tokoh masyarakat serta para pelaku sejarah lainnya.*