Home / Bangka Belitung / Rembuk Adat di Sungai Samak, Satgas Perangkat Gawai Terbentuk
IMG_20220219_115758

Rembuk Adat di Sungai Samak, Satgas Perangkat Gawai Terbentuk

Bagikan :

BADAU: Kegiatan rembuk adat sekaligus pembentukan satuan tugas (satgas) perangkat gawai desa Sungai Samak, bertempat di Balai serba guna Desa Sungak Samak resmi terbentuk, pada Kamis, kemarin, 17 Februari 2022.

Acara rembuk adat ini dihadiri Kasi Kesos (kesejaheraan sosial) Kecamatan Badau Fitriansyah dan staf Kesos Arbaie, Ketua LAM Belitong Kabupaten Belitung Drs H Abdul Hadi Ajin beserta pengurus LAMBEL ( H Ismail Mihad, Bendahara Karseno).

Turut hadir Kades Sungai Samak Alex Saputra, Ketua BPD Sungai Samak Juhani, Wakil Ketua Fadhil Jamali, para Kadus serta Pengulu Gawai Mak Inang. tukang Tanak, Pemantun, Mak Panggong, Tokoh masyarakat, tokoh adat,tokoh pemuda, dukun dan lebai.

Adapun pembentukan satuan tugas perangkat gawai ini sebagai bagian rangkaian sosialisasi perda no. 3 tahun 2003 tentang Prosesi Perkawinan Adat Belitong khususnya mengenai Tata tertib Panitia Begawai Belitong, (pembentukan satgas perangkat gawai) serta perda nomor. 2 tahun 2013 tentang Pelestarian Adat budaya dan Lembaga Adat Melayu Belitung.

Pada pertemuan itu dibentuk satuan tugas perangkat gawai yang dibentuk diantaranya
Kepengurusan satgas penghulu gawai, mak inang, mak panggong, berebut lawang.

Kades Sungai Samak Alex Saputra memberikan apresiasi dan mendukung serta ucapan Terima kasih kepada Lambel Kabupaten yang telah datang ke desa sungai samak.

Ketua LAMBEL Drs H. Abdul Adjin menyampaikan pula rasa terima kasih kepada Kades Sungai Samak, Ketua LAM Desa Sungai Samak serta perangkatnya atas terlaksananya acara Rembuk Adat di desa Sungai Samak ini.

“Dengan terlaksana Rembuk Adat ini,
berarti tinggal Desa Cerucuk yang belum terlaksana sedangkan Kecamatan Sijuk dan Kecamatan Tanjung pandan semuanya sudah terlaksana pembentukan Satgas Adat di semua Desa dan Kelurahan,” katanya.

Sedangkan dari Kasi Kesos kecamatan Badau Fitriansyah menyampaikan harapanya kepada Tokoh Adat dan masyarakat setempat untuk melestarikan Adat budaya belitong ini.

“Kalau bukan kita yang melestarikannya siapa lagi. Oleh karenanya Satgas Perangkat Gawai yang telah dibentuk ini dapat membantu tugas-tugas pemerintahan dengan kompak. Bukan hanya urusan begawai Belitung saja tapi semua urusan yang berkaitan dengan masyarakat pada umumnya,” katanya.*