Yayasan Melati Wakafkan 46 Buku Biografi Ir. H. Darmansyah Husein untuk Perpustakaan Desa se-Belitung Timur

Keberadaan buku ini akan memperkaya koleksi perpustakaan desa serta menjadi sumber penting dalam menumbuhkan minat baca dan semangat cinta sejarah lokal di kalangan masyarakat," ucapnya.

MANGGAR — Upaya memperkuat literasi sejarah lokal di Belitung Timur mendapat dorongan berarti dari Yayasan Melati Tanjungpandan.

Sebanyak 46 eksemplar buku biografi tokoh penting Bangka Belitung, Utusan Negeri Serumpun: Sebuah Biografi Ir. H. Darmansyah Husein, diwakafkan kepada sejumlah perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat (TBM) di Kabupaten Belitung Timur.

Penyerahan buku karya Haril M Andersen ini dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Melati, Haril M Andersen, kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur, Mudiarsono, S.E, M.I.R, di Gedung Perpustakaan Daerah Belitung Timur, Selasa, 24 Juni 2025, bersamaan dengan pembukaan acara Bedah Buku Memenuhi Panggilan Rakyat; Kiprah dan Kenangan Bupati H.AS Hanandjoeddin.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Ida Lismawati, serta para peserta bedah buku.

Literasi Sejarah untuk Generasi Masa Depan

Buku Utusan Negeri Serumpun, yang pertama kali diterbitkan pada 2012, merekam secara mendalam perjalanan politik Ir. H. Darmansyah Husein, terutama perannya dalam proses pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui UU Nomor 27 Tahun 2000, serta dinamika pemekaran kabupaten di Babel pada periode 2001–2003.

“Buku ini tidak pernah diterbitkan dalam bentuk elektronik. Jadi wakaf ini adalah cara kami mempermudah akses bagi para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang ingin menggali sejarah daerahnya,” ujar Haril M Andersen.

IMG 20250626 152147

Respons Positif dari Pemkab Belitung Timur

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belitung Timur yang akrab disapa Pak Yayan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Melati.

“Keberadaan buku ini akan memperkaya koleksi perpustakaan desa serta menjadi sumber penting dalam menumbuhkan minat baca dan semangat cinta sejarah lokal di kalangan masyarakat,” ucapnya.

 

Menyebar Hingga Pelosok Desa

Distribusi wakaf buku ini menjangkau 18 perpustakaan desa dan dua taman bacaan masyarakat (TBM), antara lain,

-Kecamatan Kelapa Kampit: Perpusdes Buding, Cendil, Mayang, Mentawak, dan Pembaruan

-Kecamatan Damar: Perpusdes Burong Mandi dan Mempaya

-Kecamatan Manggar: Perpusdes Bentaian Jaya dan Lalang Jaya

-Kecamatan Simpang Renggiang: Perpusdes Aik Madu dan Renggiang

-Kecamatan Gantung: Perpusdes Batu Penyu dan Selinsing

-Kecamatan Dendang: Perpusdes Balok, Jangkang, Dendang, dan Nyuruk

-Kecamatan Simpang Pesak: Perpusdes Tanjung Batu Itam

Taman Bacaan Masyarakat: TBM Huijsman dan TBM Menara Besari

Masing-masing lembaga mendapatkan dua eksemplar buku, menjadikan total wakaf mencapai 46 buah.*.