MANGGAR: Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) secara resmi memulai pelaksanaan program Munajat dan Doa Bersama serta Safari Jum’at, yang akan rutin digelar setiap bulan. Agenda perdana ini dibuka di Rumah Dinas Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, di Bukit Samak, Desa Lalang, Kecamatan Manggar pada Kamis malam (10/7/25).
Acara pembukaan yang penuh kekhusyukan itu dihadiri oleh para tokoh dan organisasi keagamaan Islam terkemuka di Beltim, seperti Majelis Ulama Indonesia, NU, Muhammadiyah, serta Badan Amil Zakat Nasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan Safari Jum’at keesokan harinya (11/7/25) di Masjid Asy-Syuura, Dusun Tanjung Belantu, Desa Tanjung Kelumpang, Kecamatan Simpang Pesak.
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan antarumat Islam di Beltim, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama.
“Baik kegiatan Munajat maupun Safari Jum’at ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata komitmen kami untuk menjaga kekompakan umat dan memperkuat ukhuwah islamiyah,” ujar Khairil kepada Diskominfo Beltim.
Program ini, menurut Khairil, sudah dirancang bersama Bupati Beltim Kamarudin Muten sejak sebelum mereka resmi menjabat. Meski sempat direncanakan untuk dimulai pada Juni 2025, pelaksanaannya baru bisa dimulai di bulan Juli karena kendala teknis.
“Kita ingin selalu memohon kepada Allah agar Beltim menjadi kabupaten yang maju, aman, dan penuh berkah. Tidak ada niat lain, selain menjalankan visi dan misi Bupati demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, Pemkab Beltim menargetkan kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar terjadi kolaborasi strategis antara pemerintah dan para tokoh agama dalam membangun daerah.
“Bulan depan, kita agendakan di Rumah Dinas Bupati. Rombongan tetap sekitar 30 orang lebih. Ini bukan hanya kegiatan spiritual, tapi juga silaturahmi dan kolaborasi,” jelas Khairil.
Dengan semangat kebersamaan dan visi pembangunan religius, Munajat dan Safari Jum’at diharapkan menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan spiritualitas, sekaligus menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.*












