TANJUNGPANDAN – Yayasan Bina Insani Belitung mengadakan kegiatan bertajuk “Burnout” di lingkungan tempat kerja. Kegiatan ini dilaksanakan di SD dan SMPIT Bina Insani Belitung, Air Ketekok.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Bina Insani Belitung, Riswanto, S.Pd., M.MPd. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari guru PAUD, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah di bawah naungan Yayasan Bina Insani Belitung.
Sebagai pemateri, yayasan menghadirkan dokter spesialis jiwa RSUD Marsidi Judono Belitung, dr. Ngestituti Pramusita, Sp.KJ. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang pengertian, penyebab, serta cara mengenal dan mengatasi burnout di tempat kerja.
Burnout merupakan sindrom kelelahan fisik dan mental yang berkepanjangan akibat stres emosional dan hubungan interpersonal di lingkungan kerja. Kondisi ini kerap dialami oleh tenaga pendidik maupun pekerja di berbagai sektor.
Melalui kegiatan ini, para pengajar di lingkungan Bina Insani diharapkan mampu memanajemen dan mengelola stres kerja dengan baik, sehingga dapat berdampak positif terhadap kinerja dan proses pembelajaran siswa.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk mencegah kelelahan fisik dan mental pada tenaga pendidik.
Tidak hanya bermanfaat bagi guru, kegiatan mengenai penanganan burnout di tempat kerja ini juga relevan bagi para karyawan dan pekerja, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun swasta. Dengan demikian, diharapkan dapat terbentuk resiliensi atau ketangguhan mental pada pengajar dan pekerja dalam menghadapi tantangan di era globalisasi saat ini.*













