TANJUNGPANDAN – Nuansa hangat dan penuh nostalgia menyelimuti Green Tropical Village Hotel & Resort, Tanjungpandan, Minggu malam (8/2/2026). Komunitas Tembang Kenangan Belitung (KTKB) merayakan Malam Ramah Tamah Hari Ulang Tahun ke-9, sebuah perayaan kebersamaan yang dirajut melalui syair dan lagu-lagu kenangan.
Mengusung tema “Melalui Syair dan Lagu, Kita Jalin Tali Silaturahmi dalam Kebersamaan”, acara ini menjadi ruang temu lintas generasi pecinta tembang lawas sekaligus panggung pelestarian seni budaya.
Hadir mewakili Bupati Belitung, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Belitung, Paryanta, bersama Ketua KTKB dr. Suhandri, Sp.OG, anggota komunitas, serta tamu undangan lainnya.
Kepada media disela-sela acara, Paryanta berharap KTKB yang telah berusia sembilan tahun terus berkiprah, mengembangkan kreativitas, menjaga seni budaya—khususnya tembang kenangan Nusantara—serta memperkuat silaturahmi dan persatuan. Ia juga mendorong KTKB untuk bersinergi mendukung program pemerintah daerah di bidang seni dan budaya.
Sementara itu, Ketua KTKB dr. Suhandri menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Ia berharap KTKB ke depan mampu mengangkat dan menasionalisasikan lagu-lagu Bangka Belitung, khususnya karya-karya daerah Belitung.
Rangkaian acara diawali dengan pemotongan kue ulang tahun, foto bersama, saling bersalaman, dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban. Tawa dan cerita kenangan mengalir hangat di antara para peserta.
Malam semakin semarak saat anggota KTKB melantunkan sejumlah lagu-lagu kenangan yang membawa hadirin bernostalgia. Puncak acara kian istimewa dengan penampilan Tommy Ali and Friends, yang menyanyikan lagu lagu melayu serta suguhan Tari Bedincak oleh Merah Pinang, karya Artono, dengan vokal khas Joe yang memperkaya nuansa seni budaya Belitung.
Dalam rangka HUT ke-9 ini, KTKB juga menggelar serangkaian acara, diantaranya, lomba masak ngangan, lomba Tari Bedincak, serta kegiatan sosial berupa bantuan kepada kaum dhuafa.
Malam Ramah Tamah HUT KTKB ke-9 pun ditutup dengan rasa hangat dan kebersamaan yang mendalam—sebuah perayaan sederhana namun sarat makna, menegaskan bahwa syair, lagu, dan persaudaraan akan selalu menemukan rumahnya di KTKB.












