TANJUNGPANDAN – Upaya memperkuat kebudayaan sekaligus mendukung sektor pariwisata terus digaungkan di Kabupaten Belitung. Lembaga Adat Melayu Belitong (LAM) Kabupaten Belitung menggelar dialog budaya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Dewan Kesenian Belitung, tokoh seni, dan pegiat budaya, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas sektor demi kemajuan kebudayaan Melayu Belitong yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung, Tomi Wardiansyah, Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPPKBPMD Kab. Belitung Luluk Nihaya, S.Farm., M.A.P., Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Wiwih Widaningsih, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung Achmad Hamzah, jajaran pengurus LAM Belitung, serta Dewan Ketua Dewan Kesenian Belitung (DKB) Iqbal Saputra.
Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah, menjelaskan bahwa dialog tersebut merupakan tindak lanjut surat Dewan Kesenian Belitung Nomor: 013/05/DKB/2026 tertanggal 7 Mei 2026 mengenai pelaksanaan dialog budaya antara LAM Belitung dan DKB.
Ia mengatakan, sebelumnya pertemuan awal juga telah dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Rumah Adat Belitong sebagai langkah mempererat kolaborasi antarlembaga budaya.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dalam memajukan kebudayaan Belitung. Kami ingin seluruh elemen budaya dan pemerintah dapat berjalan bersama demi pelestarian adat, seni, dan budaya Melayu Belitong,” ujar Achmad Hamzah.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung, Tomi Wardiansyah, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung berbagai kegiatan pendidikan, seni, dan kebudayaan.
“Kami sangat mendukung Dewan Kesenian dan seluruh kegiatan kebudayaan yang ada di Belitung,” katanya.
Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui berbagai event budaya dan kesenian yang mampu menarik minat wisatawan.
Dukungan serupa juga disampaikan DPPKBPMD Belitung. Luluk Nihaya, S.Farm., M.A.P., Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPPKBPMD Kab. Belitung yang mewakili kepala dinas menyatakan pihaknya menyambut baik berbagai langkah kolaboratif yang bertujuan memajukan Belitung melalui sektor budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu,Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Wiwih Widaningsih turut menegaskan dukungannya terhadap pengembangan seni dan budaya daerah sebagai bagian penting dari identitas sekaligus kekuatan pariwisata Belitung.
Sedangkan Ketua DKB Iqbal Saputra menyampaikan bahwa Dewan Kesenian Belitung sejak awal menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemajuan kebudayaan daerah.
“Dewan Kesenian Belitung sejak awal tegas menyatakan sikap, bahwa kami merupakan mitra strategis pemerintah. Kami kepingin, pemajuan kebudayaan di Belitong adalah prioritas yang dikembangkan secara pentahelix. Karenanya, membantu pemerintah sama halnya dengan menyukseskan amanah Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya.
Dialog budaya tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem kebudayaan yang semakin kuat dan berdaya saing.
Selain menjaga warisan adat Melayu Belitong, sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan pelaku seni diyakini mampu menghadirkan program-program budaya yang berdampak positif bagi masyarakat serta memperkuat daya tarik wisata daerah.













