Babinsa Pegantungan Serka Anis yang Mewakili Danramil Tgpandan Hadiri Rapat Permasalahan Batu Bara
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADAU — Persoalan angkutan batu bara yang masih melintasi wilayah Dusun Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga meminta agar aktivitas pengangkutan batu bara tidak lagi melintasi permukiman mereka dan pelabuhan batu bara dipindahkan dari wilayah Pegantungan.
Persoalan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan mediasi terkait permasalahan angkutan batu bara yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor PLN Suge, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Rabu (3/9/2026).
Rapat yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB itu dihadiri sejumlah pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, pihak PLN, pengelola pengangkutan hingga perwakilan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Firdaus Zamrih, Camat Badau Alberd Febrianto, Kepala Desa Pegantungan Ahid, perwakilan KSOP Tanjungpandan Iswadi, Manajer PLTU Suge Singgih, serta perwakilan pihak ketiga pengangkutan CV Sarana Multi Guna, Hendri dan Sadikin alias Kik Uban.
Turut hadir perwakilan manajemen jetty atau pelabuhan batu bara Yudi, Babinsa Pegantungan Serka Anis yang mewakili Danramil 01 Tanjungpandan, Bhabinkamtibmas Brigadir Afriadi, Ketua BPD Desa Pegantungan Sartodi, perangkat desa, serta sekitar 10 orang masyarakat Pegantungan.
Dalam mediasi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan terkait keberadaan aktivitas angkutan batu bara di wilayah mereka.
Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap angkutan batu bara yang masih melintasi Dusun Pegantungan.
Warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Belitung segera mengambil langkah untuk memindahkan pelabuhan batu bara yang saat ini berada di wilayah Dusun Pegantungan.
Masyarakat mengusulkan agar aktivitas pembongkaran dan pengangkutan batu bara dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Batu, sehingga aktivitas kendaraan pengangkut batu bara tidak lagi melintasi wilayah permukiman Pegantungan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PLN Suge turut memaparkan opsi terkait persoalan angkutan batu bara. Namun, berdasarkan hasil mediasi, masyarakat menyatakan belum menerima opsi yang disampaikan pihak PLN Suge.
Persoalan ini menjadi perhatian warga karena aktivitas angkutan batu bara bersinggungan langsung dengan lingkungan dan aktivitas masyarakat di wilayah Pegantungan. Karena itu, warga berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat menemukan solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus memberikan kepastian terhadap aktivitas operasional yang berlangsung.
Rapat koordinasi dan mediasi tersebut berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif hingga kegiatan selesai.
- person
- visibility 53
- forum 0