BPBD Belitung Edukasi Masyarakat Hadapi Ancaman Bencana, 582 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 24 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana.”
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung, Zainal Harison, di Tanjungpandan, Rabu, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Melalui kegiatan KIE ini kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana,” ujar Zainal.
Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi hal yang sangat penting mengingat sepanjang tahun 2026 tercatat 582 kejadian bencana dan penanganan darurat di Kabupaten Belitung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 279 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 281 kejadian penyelamatan, 10 kejadian kebakaran bangunan, lima kejadian kebakaran lainnya, empat kejadian angin kencang, serta tiga kejadian banjir rob.
“Bencana dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi,” katanya.
Zainal mengatakan kondisi tersebut menuntut adanya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana. Masyarakat tidak hanya perlu berfokus pada penanganan setelah bencana terjadi, seperti emergency response dan recovery, tetapi juga harus lebih mengedepankan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.
Ia menjelaskan, dalam sosialisasi tersebut peserta mendapatkan sejumlah materi dari berbagai instansi terkait.
Perwakilan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan materi mengenai pengenalan risiko bencana, pencegahan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan edukasi mengenai cuaca dan iklim serta pemahaman terhadap peringatan dini bencana hidrometeorologi.
Materi lainnya disampaikan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang membahas pertolongan pertama, menjaga kesehatan, serta pentingnya saling menguatkan di tengah masyarakat ketika menghadapi ancaman bencana alam.
Zainal berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman mengenai jenis, penyebab, dan cara penanggulangan bencana.
“Peserta diharapkan tidak hanya memahami jenis bencana, penyebab, serta penanggulangan bencana, tetapi juga mampu mengambil tindakan tanggap darurat yang tepat sekaligus menjadi media informasi bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Melalui peningkatan kapasitas masyarakat, BPBD Belitung berharap terbentuk masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.*
- person
- visibility 25
- forum 0