Home / Bangka Belitung / Di Paripurna DPD RI, Ust. Zuhri Sebut Harga Pupuk  Memukul Petani Babel

Di Paripurna DPD RI, Ust. Zuhri Sebut Harga Pupuk  Memukul Petani Babel

Bagikan :

JAKARTA; DPD RI menggelar Sidang Paripurna ke-7 DPD RI pada Selasa, 11 Januari 2022, bertempat di Gedung Nusantara V MPR/DPD RI, Jakarta. Sidang ini meliputi pembukaan masa sidang III tahun sidang 2021-2022, pidato pembukaan pada awal masa sidang III tahun sidang 2021-2022, serta pembacaan laporan kegiatan Anggota DPD RI di daerah pemilihan.

Hadir dalam sidang tersebut dua anggota DPD RI Dapil Bangka Belitung, yaitu Anggota DPD RI Periode 2019/2024 Ust. H. Zuhri M. Syazali, Lc.MA
dan Ir. H. Darmansyah Husein.
Ustadz Zuhri meminta pemerintah agar menurunkan harga pupuk.

“Di Bangka Belitung, saat ini harga pupuk naik sangat signifikan. Jika sebelumnya harga pupuk urea sekitar Rp200.000, saat ini harganya mencapai Rp.500.000. Ini tentu saja sangat memukul para petani,” ujar Ustadz Zuhri.

Ustadz Zuhri berharap bahwa masalah kenaikan harga pupuk ini menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat inginkan harga pupuk yang stabil, serta bantuan bibit unggul untuk para petani.

“Kenaikan harga pupuk merupakan masalah serius yang kita hadapi. Kami harapkan DPD RI memanggil atau bertemu dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Upaya pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini harus diperhatikan.”

Selain harga pupuk, di  Sidang Paripurna ke-7 DPD RI ini, Ustadz Zuhri selaku Anggota Komite III DPD RI juga menyampaikan pengawasan fasilitas sarana dan prasarana perpustakaan provinsi. Perpustakaan provinsi di Bangka Belitung belum memadai dan sangat perlu untuk ditingkatkan. Pelayanan yang sudah dilakukan belum maksimal. Kekurangan koleksi buku mencapai sekitar 57.000 buku.

Beberapa program telah diupayakan demi meningkatkan minat baca masyarakat. Sayangnya, dukungan anggaran dari APBD maupun APBN masih minim. Diperlukan dukungan pusat, serta kerja sama dengan BUMN dan swasta untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam meningkatkan literasi masyarakat.

“Budayakan Silaturahmi, Bersama Membangun Negeri”.*Kabar Senator Babel