TANJUNGPANDAN – Semasa kecil seorang anak muda yamg tinggal di sebuah gang sempit bernama jalan Gaparman dalam, kemudian pindah ke Permata VII, Tanjungpandan, dia membangun mimpinya dalam senyap.
Ia bukan anak konglomerat. Tak ada sorotan kamera atau karpet merah yang menemaninya tumbuh. Tapi semangatnya menggelora, melampaui batas kampung halaman.
Dialah Bayu Hangga Winata, putra asli Belitung sebagai salah satu calon Direktur BUP, yang merupakan Perusahaan Perseroan Pelabuhan Tanjong Batu Belitong Indonesia.
Dia juga merupakan sosok dibalik sukses luar biasa salah satu cabang perbankan syariah di Belitung pada 2018, maupun prestasi dan pengalamannya yang membanggakan.
Bayu Hangga Winata merupakan putra asli Belitung sebagai salah satu calon Direktur BUP yang kini sedang menjalani tahapan seleksi
Lahir pada 27 Januari 1985, Bayu adalah contoh nyata bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari tempat kecil. Ia menempuh pendidikan dari bangku SD hingga SMA di Tanjungpandan, lalu melanjutkan ke Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung dan menyelesaikan studi Manajemen di Universitas Terbuka.
Namun, pelajarannya tak hanya di ruang kelas—Bayu haus ilmu, mengikuti berbagai pelatihan finansial dan perbankan syariah yang mengasah kepekaannya terhadap masa depan dunia keuangan.
Pernah Bekerja di Perusahaan Teknologi di Dubai-UEA
Bayu sempat merasakan gemerlap dunia internasional sebagai engineer di perusahaan teknologi komposit di Dubai-UEA, dan juga bekerja sebagai BTS Engineer di XL Axiata.
Namun, alih-alih terus berkarier di luar negeri, ia memilih kembali. Ada panggilan yang lebih besar dari sekadar prestise: pengabdian pada tanah kelahiran.
Melalui PT. BPRS BABEL, Bayu memulai lagi dari nol. Ia tak segan menjadi staf CS, teller, marketing—semua dilakoni dengan semangat belajar dan membangun.
Pelan namun pasti, ia dipercaya menduduki posisi strategis: Kabag Marketing, Kepala Kantor Kas, hingga akhirnya Pemimpin Kantor Cabang Tanjungpandan.
Puncaknya datang di akhir 2018. Di tangan dingin Bayu, kantor cabang yang dipimpinnya mencetak laba Rp 4,196 miliar, melesat 119% dari target.
Tak hanya itu, rasio kredit bermasalah (NPF) turun drastis dari 8,09% menjadi 4,89%. Sebuah pencapaian yang bukan hanya soal angka, tapi juga bukti kepemimpinan yang berpadu antara visi, kerja keras, dan kepercayaan.
Kini, meski pernah menjabat sebagai HRD Manager di NN Grup, Bayu tetap membumi. Ia dikenal sebagai pemimpin yang visioner namun rendah hati, dan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Belitung, pengalaman dalam memanagerial hingga mengelola sebuah perusahan ataupun perbankan cukup diacungan jempol.
Bayu Hangga Winata bukan sekadar nama. Ia adalah kisah tentang harapan, ketekunan, dan cinta pada tanah kelahiran. Salah satu, keinginan bukan sebatas kerja mendapatkan penghasilan.
Namun lebih dari itu tujuan mulianya adalah untuk membangun tanah kelahirannya serta menjadi bermanfaat bagi daerah agar tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. (*)













