TANJUNG PANDAN –Komunitas Diskusi 17 atau disingkat dengan nama KD-17 Belitong Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar diskusi akhir tahun sebagai bentuk refleksi dan evaluasi terhadap berbagai persoalan daerah, sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat KD-17 Belitong Jalan Air Serkuk Dalam Tanjung Pandan, Belitung, pada Selasa 31 Desember 2025.
Diskusi tersebut dihadiri Senator Bangka Belitung, It. H. Darmansyah Husein, Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung H. Muhtar Motong, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pertama Ir. Suryadi Saman, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, dan Ormas Kesbangpol Belitung, Dedy Kurniawan, mantan anggota DPRD Belitung Suhari Sahar, mantan birokrat Babel Insyinyur Nazalius, Ketua KD-17 Belitong Rizali Abusama, Sekretaris KD-17 Haji Hasyimi Usman, serta pengurus dan anggota KD-17 Belitong lainnya.
Sekretaris KD-17 Belitong, H. Hasyimi Usman, sekaligus sebagai moderator acara ini menyampaikan bahwa diskusi akhir tahun ini, membahas berbagai isu strategis daerah mulai dari investasi, penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda putus sekolah, pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), wacana pembentukan smelter, kelanjutan pembangunan museum maritim, hingga berbagai permasalahan sosial, dan ekonomi lainnya.
Terkait hal-hal yang dibicarakan dalam diskusi ini, peserta diskusi yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, termasuk memberikan solusi serta persoalan aktual, yang terjadi di masyarakat Bangka Belitung, sepanjang tahun 2025.
Senator Bangka Belitung Ir. H. Darmansyah Husein, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa, banyak persoalan daerah yang perlu dibahas lebih mendalam. Menurutnya, evaluasi perjalanan satu tahun menjadi penting, untuk melihat apa yang telah dilakukan, dan apa yang perlu dibenahi ke depan.
“Persoalan kita ini, sudah seperti benang kusut, banyak titik-titik kusut, yang harus diselesaikan satu per satu. Mulai dari masalah MOU dan CSR, hingga kewenangan dari pusat, sampai ke daerah. Salah satu titik krusialnya, adalah persoalan kepemimpinan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh baik dari atas ke bawah, maupun dari bawah ke atas, agar sistem pemerintahan, dapat berjalan dengan baik. Darmansyah juga berharap KD-17 Belitong, tetap konsisten mengambil sikap kritis, berbasis data dan penuh kehati-hatian, dalam menyampaikan pandangan kepada publik.
“Tidak mudah membenahi kondisi ini, karena titik kusutnya sudah terjadi di banyak sektor. Namun peran kelompok intelektual, seperti KD-17 sangat penting dalam memberikan masukan, yang konstruktif,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Bangka Belitung, H. Muhtar Mutong menegaskan bahwa, pemerintah provinsi maupun kabupaten harus bekerja lebih keras, dalam mengelola potensi daerah.
Menurutnya, meski masih dibatasi oleh aturan dan kewenangan pusat, kolaborasi yang baik akan tetap, memberikan manfaat bagi daerah.
“Kita harus mempersiapkan diri, menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan perencanaan yang matang. Salah satu kuncinya adalah, memastikan masyarakat yakin, bahwa peluang kerja masih terbuka luas, karena potensi daerah kita sangat besar,” ungkapnya.
Diakhir diskusi, Ketua KD-17 Belitong Rizali Abusama, menutup rangkaian diskusi akhir tahun ini, menyampaikan komitmen komunitasnya, untuk menghadirkan ruang dialog yang bermakna.
Ia berharap, diskusi yang dilakukan sebelum pergantian tahun ini, dapat menjadi bekal pemikiran bagi generasi penerus, dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah ke depan. Paling tidak, doa kami kepada generasi muda yang penggangguran, cepat mendapatkan pekerjaan, dan dimudahkanya segala urusannya. Serta diharapkan adanya, kesejahteraan masyarakat yang meningkat dan lebih baik di tahum mendatang untuk masyarakat Belitong, dan Bangka Belitung.











