TANJUNGPANDAN – Upaya menjaga marwah adat Melayu terus diperkuat oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Tanjungpandan. Hal ini tercermin dalam Rapat Koordinasi Organisasi yang digelar bersama pengurus LAM tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, Sabtu (23/12/2025).
Rapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan di kediaman Ketua LAM Kelurahan Pangkal Lalang, Herry Gunawan, di Jalan Akil Ali, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Kegiatan strategis ini dihadiri Sekretaris Camat Tanjungpandan M. Lusin Kuswantoro, Penasehat LAM Belitung Helpi, Ketua LAM Belitung Achmad Hamzah, Staf Kecamatan Tanjungpandan Wahyu, Wakil Ketua LAM Belitung Shafwan, Sekretaris LAM Belitung Ismail Mihad, Bendahara LAM Belitung Wawan Irwanda, Ketua LAM Kecamatan Tanjungpandan Alpian, serta seluruh pengurus LAM desa dan kelurahan se-Kecamatan Tanjungpandan.
Ketua LAM Kecamatan Tanjungpandan, Alpian, menegaskan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi adat sekaligus menyatukan langkah organisasi.
“Selain menyampaikan informasi kelembagaan, rapat ini juga menjadi wadah untuk menampung aspirasi dan menyusun rencana kerja LAM tahun 2026, termasuk soal kepengurusan, Sinergi antar-LAM desa dan kelurahan sangat penting dalam menjaga dan melestarikan adat Melayu di Tanjungpandan,” ujar Alpian.
Sementara itu, Sekcam Tanjungpandan M. Lusin Kuswantoro mengapresiasi terselenggaranya rapat tersebut. Ia menekankan pentingnya musyawarah yang sesuai aturan dan tata tertib, terutama jika ke depan dilakukan pemilihan pengurus LAM yang baru.
“Pengurus LAM tidak hanya dinilai dari usia, tua atau muda, tetapi yang utama adalah kemampuan, integritas, dan komitmen dalam menjaga adat,” tegasnya.
Lebih lanjut, M. Lusin berharap LAM Melayu dapat berperan aktif memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah, khususnya terkait penguatan muatan lokal pendidikan budi pekerti berbasis adat dan budaya Belitung. Menurutnya, hal ini relevan dengan kondisi sosial saat ini yang menjadi sorotan nasional, seperti menurunnya sikap saling menghormati terhadap guru serta pergaulan remaja usia sekolah.
Ia juga menyinggung pentingnya etika berpakaian, terutama bagi penampil hiburan, agar tetap sopan dan tidak menghilangkan nilai-nilai budaya lokal. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan resmi bagi pemerintah daerah.
Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pihak kecamatan dan LAM Kecamatan Tanjungpandan dalam merespons berbagai persoalan sosial dan penyakit masyarakat.
“Ke depan, pengurus LAM yang dilantik harus benar-benar memahami makna adat dan budaya Melayu, serta memiliki komitmen kuat untuk membangun dan melestarikannya,” pungkas Achmad Hamzah.
Melalui rapat koordinasi ini, LAM Kecamatan Tanjungpandan berharap peran lembaga adat semakin nyata dalam menjaga nilai-nilai budaya Melayu, sekaligus berkontribusi positif bagi kehidupan sosial masyarakat Belitung.*












