Ketua MAHASI Kab. Belitung Dukung Pemerintah Batasi Media Sosial, “Perlu Atur Penggunaan Medsos agar Tidak Merugikan”

Dengan adanya aturan yang jelas, kita dapat mengurangi dampak negatif seperti hoaks dan meningkatkan keamanan online,

TANJUNGPANDAN – Ketua Majelis Mahayana Indonesia (MAHASI) Kabupaten Belitung, Romo Budi Dharmañño, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk membatasi penggunaan media sosial.

Dukungan tersebut didasarkan pada nilai-nilai moralitas dalam ajaran Buddha yang menekankan pentingnya menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menurut Romo Budi, media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana komunikasi, namun juga dapat menjadi sumber penyebaran kebencian, fitnah, dan berbagai perilaku negatif jika tidak digunakan secara bijak.

“Media sosial dapat menjadi sumber kebencian, fitnah, dan perilaku negatif lainnya jika tidak digunakan dengan bijak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti konsep mindfulness atau kesadaran dalam ajaran Buddha, yang mengajarkan kewaspadaan dalam setiap tindakan, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.

“Mindfulness adalah prinsip kesadaran dan kewaspadaan dalam Buddha. Media sosial dapat menjadi sumber distraksi dan mengurangi kesadaran, sehingga perlu dibatasi untuk meningkatkan fokus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Romo Budi menekankan bahwa umat Buddha diajarkan untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan tidak mudah terjerumus dalam perilaku yang merugikan. Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijaksana dan penuh tanggung jawab.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah ini juga berkaitan dengan prinsip sila dalam Buddha, yang menekankan pentingnya menjaga perilaku agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia menilai bahwa pembatasan media sosial dapat menjadi langkah untuk menekan penyebaran informasi palsu serta meningkatkan keamanan di ruang digital.

“Dengan adanya aturan yang jelas, kita dapat mengurangi dampak negatif seperti hoaks dan meningkatkan keamanan online,” tambahnya.

Rencana pembatasan media sosial oleh pemerintah sendiri menuai beragam reaksi dari masyarakat. Meski demikian, Romo Budi berharap kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan kesadaran dan kedewasaan dalam menggunakan media sosial, sehingga tercipta ruang digital yang lebih sehat dan harmonis.