Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam diajak untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat dan kesempatan yang kembali diberikan untuk berjumpa dengan bulan penuh kemuliaan tersebut.
Dalam tausiyahnya, Drs H. Ibnu Haban menyampaikan bahwa tidak ada ungkapan yang lebih pantas selain puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan, bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Shalawat dan salam turut disampaikan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah membawa umatnya menuju jalan kebenaran.
Gembira Menyambut Ramadan
Dalam ceramah tersebut disampaikan sebuah hadis yang menegaskan bahwa siapa saja yang bergembira dengan datangnya Ramadan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka. Kegembiraan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena Ramadan menghadirkan berbagai keutamaan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan seorang Muslim.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyampaikan bahwa seandainya umatnya mengetahui keagungan dan kemuliaan Ramadan, niscaya mereka akan berharap agar sepanjang tahun adalah Ramadan. Hal ini karena pada bulan tersebut kebaikan berkumpul, ketaatan diterima, doa-doa dikabulkan, dosa-dosa diampuni, dan surga dirindukan bagi orang-orang yang beriman.
Tiga Fase Keutamaan Ramadan
Keutamaan Ramadan juga tergambar dalam pembagian tiga fasenya:
Sepuluh hari pertama adalah rahmat. Pada fase ini Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Sepuluh hari kedua adalah ampunan (maghfirah), di mana Allah membuka pintu maaf seluas-luasnya bagi mereka yang bertaubat.
Sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.
Karena itu, umat Islam diimbau untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan memperbanyak ibadah, seperti salat, puasa, zakat, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amal saleh lainnya.
Momentum Perbaikan Diri
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum perbaikan diri secara menyeluruh. Segala bentuk ketaatan pada bulan ini memiliki nilai istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Rugi besar bagi mereka yang tidak memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan di bulan penuh berkah ini,” ujar penceramah dalam penutup tausiyahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan ketakwaan, umat Islam diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan demi meraih keselamatan dunia dan akhirat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.*) Kuktum Ramadhan Bersama trawangnews.com disampaikan Drs. H. Ibnu Haban Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Belitung dengan Materinya, “Merasa senang datangnya bulan suci ramadhan 1447 H”


















