LAM Belitung: Merdeka Bukan Sekadar Perayaan, Hak Masyarakat Adat Juga Harus Dijaga

Dari Belitung, semangat kemerdekaan itu diharapkan terus tumbuh—merawat warisan leluhur sekaligus melangkah menuju Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan menghargai keberagaman

TANJUNGPANDAN — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus memastikan hak-hak masyarakat adat tetap terlindungi di tengah derasnya arus modernisasi.

Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah, menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 RI kepada seluruh masyarakat. Baginya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan dan pengibaran bendera, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat jati diri bangsa serta memastikan masyarakat adat dapat hidup dengan aman di tanah leluhurnya.

“Semangat kemerdekaan harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk masyarakat adat. Pengakuan nyata dan perlindungan hukum terhadap hak masyarakat adat harus terus diperkuat,” ujar Achmad.

Ia menilai, tanah leluhur, wilayah adat, dan kekayaan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat identitas, sejarah, serta nilai-nilai yang diwariskan antargenerasi.

Karena itu, LAM Belitung mendorong percepatan regulasi yang memberikan kepastian hukum terhadap masyarakat adat, termasuk perlindungan atas tanah ulayat dan sumber daya alam.

Menurut Achmad, masyarakat yang berupaya menjaga ruang hidup dan lingkungan tidak seharusnya justru berhadapan dengan persoalan hukum. Perlindungan terhadap masyarakat adat, katanya, harus berjalan seiring dengan pembangunan nasional.

Menjaga Tradisi, Menjaga Jati Diri
Di tengah perubahan zaman, LAM Belitung juga mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan akar budayanya.

Tradisi leluhur perlu dirawat agar tidak hilang ditelan zaman. Nilai-nilai adat juga dinilai dapat menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

“Budaya lokal bukan penghalang kemajuan. Justru budaya merupakan identitas yang harus kita bawa bersama dalam menghadapi masa depan,” katanya.

LAM Belitung berharap budaya Melayu Belitung terus hidup melalui generasi muda, bukan hanya dalam bentuk seremoni, tetapi juga melalui nilai gotong royong, musyawarah, kepedulian terhadap lingkungan, dan penghormatan terhadap sesama.

Adat dan Pemerintah Harus Berjalan Bersama

Achmad juga menekankan pentingnya sinergi antara tokoh adat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Program pembangunan, menurutnya, harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat. Ketika muncul konflik sosial, penyelesaiannya diharapkan dapat mengedepankan dialog dan musyawarah adat sehingga tercipta jalan keluar yang damai.

Semangat tersebut menjadi pesan LAM Belitung dalam memperingati HUT ke-81 RI: kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang memastikan setiap masyarakat memiliki ruang untuk menjaga identitas, tanah leluhur, budaya, dan masa depannya.

Dari Belitung, semangat kemerdekaan itu diharapkan terus tumbuh—merawat warisan leluhur sekaligus melangkah menuju Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan menghargai keberagaman.