Lomba Design Busana Kebesaran Pejabat Daerah

TANJUNGPANDAN: Menyambut Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-187, Lembaga Adat Melayu atau disingkat LAM Belitung resmi mengumumkan gebrakan budaya yang menarik perhatian: “Lomba Desain Baju Kebesaran Penjabat Daerah Kabupaten Belitung”.

Lomba ini bukan sekadar ajang kreatif, tetapi bagian dari upaya konkret untuk melestarikan warisan budaya Melayu Belitung dalam bentuk karya yang penuh makna dan elegansi.

Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah, menyampaikan pengumuman ini usai rapat koordinasi bersama sejumlah tokoh budaya dan seniman lokal di Showroom Sepiak Belitong, Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk, Kamis 26 Juni 2025.

“Tadi kita rapat dan semua sepakat. Lomba desain ini khusus untuk merancang pakaian kebesaran penjabat daerah Belitung. Ini bukan sekadar estetika, tapi juga simbol identitas dan nilai,” ungkap Hamzah.

Ajang Kreativitas yang Sarat Makna

Acara kegiatan rapat ini turut dihadiri tokoh-tokoh budaya dan komunitas seni Belitung, seperti Bella Kartika dari Sepiak Belitong, Hatta Kabong dari Sanggar Seni Kabong, budayawan lokal Wahyu Kurniawan dari KSPB Peta Belitong, hingga Harpi (Harpi himpunan ahli rias pengantin Belitung).

Asep yang merupakan  Mitra Unesco menegaskan bahwa desain yang dihasilkan harus, mampu mencerminkan nilai-nilai filosofi budaya Melayu Belitong, termasuk kearifan lokal, moralitas, dan kebanggaan terhadap identitas daerah.

“Pakaian adat itu bukan cuma busana, tapi warisan nilai. Ini bisa jadi karakter dan kekuatan moral bagi generasi muda,” ujar Asep, Mitra Unesco Belitung yang aktif di Desa Batu Itam.

Dorong Desainer Lokal dan Pelaku Kreatif Tampil ke Depan

Adapun Lomba ini digagas sebagai wadah aktualisasi para desainer muda, pelaku kreatif, dan seniman Belitung yang ingin mengekspresikan kekayaan budaya, dalam bentuk busana formal yang berwibawa. Dukungan pun datang dari berbagai pihak, termasuk Sepiak Belitong, yang menjadi tuan rumah rapat dan mitra aktif dalam pelestarian budaya.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Ini bukan hanya lomba, tapi panggung bagi budaya kita untuk bersinar,” ujar Bella Kartika dari Sepiak.