Home / Bangka Belitung / PDPM Belitung Ajak Rayakan Kemerdekaan dengan Kasih Sayang

PDPM Belitung Ajak Rayakan Kemerdekaan dengan Kasih Sayang

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita perlu menanamkan rasa kasih sayang terhadap manusia lain, khususnya kepada sesama muslim. Kita harus saling menghormati dan menghargai hak-hak sesama muslim. Tidak boleh merasa lebih baik dari yang lain. Karena orang-orang muslim itu satu sama lain bersaudara.

Setiap manusia pasti memiliki rasa kasih sayang. Bahkan seorang penjahat yang paling keji sekalipun, pasti masih memiliki rasa kasihan. Ibaratnya, seekor harimau sekalipun tidak akan tega membunuh anaknya sendiri. Apalagi kita sebagai manusia, makhluk yang paling sempurna diantara makhluk Allah yang lain karena dibekali dengan perasaan dan emosi.

Dikisahkan dalam Alquran, para pengikut nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang begitu keras terhadap orang-orang kafir, tetapi mereka tetap berkasih sayang terhadap sesamanya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
محمد رسول الله والذين معه اشداء على الكفار روح ماء وبينهم تراهم ركعا سجدا يبغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من اثر السجود….

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud…(Quran surat al-fath:29).

Maksud dari tanda-tanda yang nampak pada muka mereka dalam ayat diatas adalah, pada raut muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka seorang muslim yang bertaqwa, maka keimanannya akan memancar dari mukanya.

Dalam membina pergaulan sesama Muslim kita harus mengumpamakan nya sebagai satu tubuh. Penderitaan seorang muslim merupakan bagian penderitaan bagi keseluruhan Muslim lainnya.

Demikian pula kegembiraan seorang muslim juga kegembiraan seluruh muslim lain. Perumpamaan muslim sebagai satu tubuh ini dijelaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam haditsnya
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد اذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى(رواه البخاري ومسلم)
” perumpamaan seorang mukmin dalam saling mencintai saling menyayangi dan saling mengasihi, adalah bagaikan satu tubuh. apabila satu anggota tubuh menderita maka menjalar lah penderitaan itu ke seluruh badan sehingga tidak dapat tidur dan merasa panas badan. “(H.R Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwa begitu pentingnya rasa persaudaraan antar sesama muslim. Begitu pentingnya pergaulan sesama muslim ini, sebab *Kejayaan bergantung dari jenis pergaulan yang diciptakan sesama muslim*

Dengan segala kepentingan itu, Islam lebih jauh merinci tentang hak Muslim terhadap muslim. Dalam sebuah hadits diterangkan:

“Hak Muslim terhadap muslim ada 6:
1. Apabila engkau berjumpa dengannya berilah salam kepadanya.
2. Apabila ia mengundangmu, penuhilah undangannya itu.
3. Apabila ia meminta nasehat kepada mu, nasehatilah dia.
4. Apabila ia bersin, kemudian ia memuji Allah maka doakanlah ia.
5. Apabila ia sakit tengoklah dia.
6. apabila ia meninggal dunia, maka iring kan lah ia.”( H.R Muslim)
Hadis tersebut di atas mengundang nilai-nilai luhur yang harus ditegakkan dalam menciptakan pergaulan yang damai dan sejahtera.

*Dengan saling mengucapkan salam*, diharapkan selalu terjadi komunikasi antar sesama muslim, dan saling berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama. bila kita berjumpa dengan sesama Muslim, kita disunahkan mengucapkan salam. tetapi bagi yang menerima salam, wajib menjawabnya. Menjawab salam sebaiknya lebih dari salam yang diberikan atau minimal sama, tidak boleh kurang, apalagi tidak menjawabnya. Hal ini mengandung pengertian agar terjalin komunikasi yang harmonis sesama muslim dan saling mendoakan untuk keselamatan.

*Dengan memenuhi undangan antar sesama muslim,* menjaga kekecewaan sesama muslim. Seorang muslim pantang membuat kecewa terhadap Muslim lainnya. Karena dengan kekecewaan ini akan meregangkan hubungan sesama muslim. Jika seseorang mengundang kita, itu artinya yang mengundang itu sangat mengharapkan kedatangan kita. dari ajaran ini terkandung nilai menjaga keutuhan Islam.

*Dengan memberikan nasehat kepada orang lain*, berarti kita menaruh perhatian pada penderitaan sesama muslim. Jika seseorang meminta nasehat kepada kita, itu artinya ia berpandangan bahwa kita dapat memecahkan persoalan yang sedang dialaminya. Dan kita wajib memberikan nasehat yang ia butuhkan. ini mengajarkan bahwa sesama muslim harus saling memperhatikan.

*Dengan mendoakan teman yang bersin* berarti memberikan perhatian akan kesehatan sesama muslim. Sesama muslim harus saling menjaga kesehatan. karena dengan kesehatan, akan dapat melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan kejayaan umat Islam.

*Dengan menengok sesama muslim yang sedang sakit* berarti kita ikut merasakan penderitaan sesama muslim. Rasa sepenanggungan dan penderitaan sesama muslim ini sangat penting dalam kehidupan titik dengan rasa sepenanggungan ini, berarti menjaga persatuan umat Islam.

*Dengan mengantarkan jenazah sesama muslim*, berarti kita sangat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, *sehingga sampai ketika meninggal pun kita masih menghormatinya.*

Dalam surah alfatihah ayat 3, ” maha pemurah lagi maha penyayang “, Allah mengingatkan bahwa sifat ketuhanannya terhadap makhlukNya bukanlah sifat keganasan dan kezaliman. Tetapi berdasarkan cinta dan kasih sayang.

Dengan demikian, manusia akan mencintai Tuhannya Dan menyembah Allah dengan hati yang ikhlas, aman dan tentram. Bebas dari rasa takut dan gelisah. Malah kita dapat mengambil pelajaran dari sifat Allah. mendasarkan tingkah laku dengan cinta dalam pergaulan sesama manusia ataupun orang-orang di bawah pimpinan kita, dan bahkan terhadap binatang sekalipun.

Karena dengan jalan itulah, manusia akan mendapat rahmat dan karunia dari Allah sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam
انما يرحم الله من عباده الرحماء(رواه الطبراني)
“Sesungguhnya Allah kasih sayang kepada hamba-hambanya yang pengasih.
Dari abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

*”Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datang tujuh perkara. apakah kamu menantikan kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya Dajjal, padahal ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat, padahal hari kiamat adalah sesuatu yang amat berat dan amat menakutkan. “* H.R Tirmidzi

Rekening Donasi
BSI 7139383847
Dengan menyertakan kode unik 76 di belakang donasi Anda Misalkan 100.076
Erwin Fauzi Ketua PDPM (Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah) Belitung.