Sambut Ramadhan 1447 H, Sahabat Darmansyah Husein Gelar Silatuhrahmi

TANJUNGPANDAN: Di bawah langit cerah di Dusun Gunung Kenupuk, siang itu terasa berbeda. Seuntai bait dari salah satu Alunan lagu bernuansa islami mengalir hangat dihamparan Dusun Gunung Kenupuk, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan disiang itu. Di sanalah juga Senator Bangka Belitung, Darmansyah Husein, menyapa para sahabatnya dengan cara yang tak biasa: bernyanyi.

Dengan Tiga lagu religi, diantaranya lagu Rindu Rasul, Sejadah dan Tuhan, yang secara beruntun dilantunkan dengan penuh penghayatan. Suaranya memang bukan suara penyanyi profesional, tetapi ketulusan yang terpancar justru menjadi daya tarik utama. Beberapa hadirin tampak ikut bersenandung pelan, sebagian lainnya merekam momen itu dengan telepon genggam, mengabadikan kebersamaan yang jarang terjadi dalam suasana formal.

Silaturahmi yang digelar ini menghadirkan perwakilan Sahabat Darmansyah Husein dari berbagai kecamatan di Belitung. Mereka datang bukan sekadar untuk bertemu, melainkan untuk mempererat tali persaudaraan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Acara berlangsung hangat dan akrab. Tak ada sekat antara senator dan masyarakat. Semua duduk bersama, menikmati makan siang sederhana yang tersaji: Hidangan itu seolah menegaskan bahwa kebersamaan tak membutuhkan kemewahan—cukup ketulusan dan rasa syukur.

Dalam sambutannya, Darmansyah Husein menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga silaturahmi, terlebih dalam menyambut bulan puasa. Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keimanan dan kesehatan, hingga tuntas sebulan penuh.

Sementara itu, Apta Syiham Imanan S.Sosio yang merupakan Staf anggota DPD RI yang juga Koordinator Sahabat Darmansyah Husein, menegaskan bahwa pertemuan sederhana ini memiliki makna mendalam. Menurutnya, pertemuan ini memperkuat silaturahmi dalam menjaga persaudaraan dan kekompakan apalagi menyambut datangnya bulan puasa.

“Pertemuan ini mungkin sederhana, tapi niat kita besar—menguatkan persaudaraan dan menjaga kebersamaan agar terus terjalin apalagi menyambut datangnya bulan puasa ,” kata Afta.

Suasana kian hangat. Tawa dan obrolan ringan mengisi ruang pertemuan silatuhrahmi dan diskusi. Lagu-lagu religi yang tadi dinyanyikan masih terngiang, seakan menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan iman adalah dua hal yang tak terpisahkan.

Di Dusun Gunung Kenupuk hari itu, silaturahmi bukan sekadar agenda pertemuan, ditutup dengan doa bersama. Ia menjadi ruang temu hati—antara pemimpin dan masyarakat, antara sahabat dan saudara—dalam semangat menyambut Ramadan dengan penuh harapan.*