SUAK GUAL – Keberhasilan Desa Suak Gual dalam mengelola usaha rantai dingin perikanan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Ketua Koperasi Kampung Nelayan Maju (Kalaju) Suak Gual, Rozali, dipercaya menjadi narasumber (Narsum) dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Usaha Rantai Dingin yang Efisien dan Berkelanjutan yang digelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) dan secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen PDSPKP, Machmud, S.P., M.Sc.
Bimtek dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 4 Februari 2026, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah pesisir di seluruh Indonesia.
Penunjukan Rozali sebagai narasumber tidak lepas dari capaian Kampung Nelayan Maju Suak Gual yang dinilai sukses mengelola usaha rantai dingin secara mandiri, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan.
Berbagi Pengalaman dalam Pengelolaan Pabrik Es Portable
Dalam sesi pemaparannya, Rozali menyampaikan secara komprehensif profil Koperasi Kampung Nelayan Maju Suak Gual, mulai dari produksi pabrik es, pengelolaan biaya dan keuangan usaha, hingga tingkat keberhasilan operasional pabrik es di tingkat desa yang menjadi penopang utama aktivitas perikanan tangkap nelayan setempat.
Melalui forum nasional ini, peserta memperoleh gambaran langsung bagaimana pabrik es portabel berkapasitas satu ton di Suak Gual menjadi tulang punggung rantai dingin perikanan. Ketersediaan es yang stabil terbukti mampu menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang daya simpan ikan, serta meningkatkan nilai jual di tingkat nelayan.
Kalaju Suak Gual Terus Tumbuh dan Produktif
Sejak ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Maju (Kalaju) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2021, Desa Suak Gual terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga kini, seluruh unit usaha yang dikelola masih berjalan normal dan aktif berproduksi.
Adapun unit usaha tersebut meliputi pabrik es portabel kapasitas satu ton, perikanan tangkap berkelanjutan, pembuatan bubu lipat ikan, usaha ecoprint, serta pengolahan hasil perikanan yang dikelola secara koperasi dan melibatkan masyarakat nelayan setempat.
Rozali menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Nelayan Maju Suak Gual tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, serta peran aktif penyuluh perikanan Ani Saputra, S.Pi, yang secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan.
“Kami selalu mendapat dukungan dan pendampingan, mulai dari perencanaan, pengelolaan usaha, hingga pengembangan unit usaha. Pendampingan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan Kampung Nelayan Maju,” ujar Rozali.
Keikutsertaan kalaju Suak Gual sebagai narasumber dalam Bimtek KKP RI ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan role model bagi desa-desa pesisir lainnya di Indonesia dalam mengelola usaha rantai dingin secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan.













