Usai Pilkades,Yahya Ajak Warga Perawas Bersatu:Perbedaan Pilihan Mari Kita Lebur demi Kemajuan Desa
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 53 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN– Perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa bukanlah alasan untuk terus berjarak. Semangat kebersamaan dan persatuan justru menjadi modal penting untuk membangun desa yang lebih baik.
Pesan itulah yang disampaikan Yahya SE, Kades Terpilih untuk kedua kalinya, saat menggelar silaturahmi bersama masyarakat Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (17/10/2026).
Bertempat di kediamannya, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah ketua tim, simpatisan pendukung, serta warga masyarakat hadir untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga hubungan baik setelah pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Dalam kesempatan itu, Yahya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang kembali memberikan amanah kepadanya untuk kedua kalinya menjabat sebagai kepala desa.
Baginya, kepercayaan tersebut bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat.
“Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ujar Yahya.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Lebih dari itu, silaturahmi harus menjadi jembatan komunikasi yang terus terpelihara antara pemerintah desa dan masyarakat.
Yahya juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan saran, masukan, kritik, maupun pendapat sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan pemerintahan desa. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan dan pelayanan desa dapat berjalan dengan baik.
Perbedaan Pilihan Bukan Penghalang untuk Bersatu
Salah satu pesan yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah ajakan kepada seluruh masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan, tanpa memandang perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa.
Yahya mengajak seluruh warga Desa Perawas untuk mengesampingkan perbedaan yang ada dan menjadikannya sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan alasan untuk terpecah belah.
“Semua warga Desa Perawas, meskipun ada perbedaan dalam pemilihan kepala desa, mari kita lebur dalam satu kesatuan dan kebersamaan yang utuh. Saling mendukung satu sama lain dan bersatu untuk membangun desa,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya merawat persaudaraan setelah kontestasi politik di tingkat desa. Sebab, setelah proses pemilihan selesai, seluruh warga tetap memiliki tujuan yang sama, yakni melihat Desa Perawas semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Dengan jumlah warga yang mencapai sekitar 5.000 jiwa, Yahya menyadari bahwa membangun desa tidak dapat dilakukan seorang diri. Diperlukan keterlibatan, dukungan, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
Amanah untuk Seluruh Masyarakat
Bagi Yahya, jabatan kepala desa bukan hanya tentang menjalankan pemerintahan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat dan menghadirkan pelayanan yang baik bagi seluruh warga.
Ia berharap masyarakat dapat terus berpartisipasi dalam pembangunan desa dengan menyampaikan aspirasi melalui cara yang baik dan sesuai dengan koridor yang benar.
Silaturahmi tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
Di tengah suasana kekeluargaan yang tercipta, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada program pembangunan, tetapi juga pada eratnya hubungan antarsesama warga.
Harapannya, semangat persatuan yang terbangun dapat terus terjaga, sehingga seluruh masyarakat Desa Perawas mampu melangkah bersama, saling mendukung, dan bergotong royong demi masa depan desa yang lebih baik. *
- person
- visibility 61
- forum 0