12 Pengabdi di Jalan Keagamaan Akhirnya Menjejak Tanah Suci: Dilepas Bupati Beltim
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR, Bertahun-tahun mereka mengabdikan diri untuk masyarakat. Mengajarkan anak-anak mengaji, menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, mengurus jenazah, hingga menjadi tempat bertanya dan bersandar dalam urusan keagamaan.
Kini, 12 orang pengabdi di bidang keagamaan itu mendapat kesempatan yang mungkin selama ini hanya tersimpan sebagai doa: menjejakkan kaki di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.
Kebahagiaan itu terasa saat Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) melepas 12 jemaah umrah Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati “Umroh Nyaman Berkah” di Ruang Rapat Bupati, Selasa (6/10/2026).
Program tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus penghargaan Pemkab Beltim kepada mereka yang selama ini tulus memberikan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Tahun ini, jumlah jemaah yang diberangkatkan meningkat. Sebanyak 12 orang mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah, bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah delapan orang.
Bupati Belitung Timur Kamarudin mengatakan, peningkatan kuota tersebut patut disyukuri karena semakin banyak pengabdi di bidang keagamaan yang dapat merasakan pengalaman beribadah di Tanah Suci.
«“Pada tahun ini, kita patut bersyukur karena kuota keberangkatan dapat ditingkatkan menjadi 12 jemaah, dari sebelumnya 8 jemaah pada tahun lalu,” ungkap Kamarudin.»
Bagi para jemaah, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik keberangkatan tersebut terdapat jejak pengabdian yang panjang—pengabdian yang sering kali dilakukan tanpa banyak sorotan.
Ada guru ngaji yang setiap hari meluangkan waktu mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an. Ada marbot yang memastikan masjid tetap bersih dan siap digunakan untuk beribadah. Ada petugas fardhu kifayah yang hadir ketika masyarakat tengah berduka. Ada pula tokoh agama yang terus menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Pengabdian mereka kini mendapat penghargaan dalam bentuk kesempatan untuk beribadah di tempat yang menjadi impian umat Islam di seluruh dunia.
Kamarudin berpesan agar para jemaah tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Luruskan niat, jaga kondisi fisik, dan patuhi seluruh arahan pembimbing. Laksanakan ibadah dengan khusyuk, jaga kesehatan, dan ikuti seluruh arahan selama perjalanan,” pesannya.
Ia juga menitipkan doa kepada para jemaah. Selain mendoakan keluarga masing-masing, para jemaah diminta turut mendoakan Kabupaten Belitung Timur agar senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan.
Perjalanan 12 jemaah ini pun tidak hanya lahir dari dukungan pemerintah daerah. Dari total jemaah yang diberangkatkan, tujuh orang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tiga orang melalui kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, dan dua orang lainnya melalui bantuan perseorangan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap para pengabdi keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh melalui kepedulian dunia usaha dan masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan tersebut, Pemkab Beltim turut menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Forum CSR. Apresiasi diberikan kepada sejumlah pihak yang ikut mendukung program sosial dan keagamaan tersebut, yakni PT Timah, Bank Sumsel Babel, PT Beltim Industrial Park, PT Alfindo Asia Mineral, PT Irpau Hero, serta Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Syarifah Amelia.
Bagi pemerintah daerah, sinergi itu menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi mewujudkan niat mulia ini. Semoga kepedulian ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkas Kamarudin.
Dari ruang pelepasan di Manggar, perjalanan 12 pengabdi itu pun dimulai. Mereka berangkat membawa koper, perlengkapan ibadah dan tentu saja harapan.
Harapan untuk beribadah dengan khusyuk, pulang membawa pengalaman spiritual yang mendalam, serta membawa kembali doa-doa terbaik untuk keluarga, masyarakat, dan tanah kelahiran mereka di Belitung Timur.
Sebab bagi mereka, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya tentang menjadi tamu di rumah Allah. Ia juga menjadi sebuah penghargaan atas pengabdian yang selama ini mereka jalani dengan tulus—sering kali dalam diam, tetapi selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.*sumber: Diskominfo SP Beltim —
- person
- visibility 25
- forum 0