TANJUNGPANDAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan menggelar kegiatan Fun Mental Development (FMD) sebagai bagian dari rangkaian orientasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/07) ini dikemas dalam bentuk Long March penuh tantangan menuju Puncak Gunung Tajam, titik tertinggi di Pulau Belitung dengan ketinggian 510 meter di atas permukaan laut.
Mengusung semangat kebersamaan dan ketangguhan mental, para CPNS yang kelak akan bertugas sebagai petugas pengamanan ini membawa pataka Kementerian Hukum dan HAM serta Pemasyarakatan sepanjang perjalanan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Eko Nova Octaviansyah yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan, menegaskan bahwa FMD bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi pondasi dalam membentuk karakter ASN yang berintegritas dan tangguh.
“Proses ini adalah bekal awal untuk mengenal tugas dan fungsi, budaya kerja, serta nilai-nilai ASN BerAKHLAK yang harus dipegang teguh,” ujar Eko.
Ia menjelaskan bahwa Long March ini dirancang untuk menguji ketahanan fisik dan mental para CPNS sebagai simbol kesiapan mereka dalam menjaga kehormatan dan nama baik institusi pemasyarakatan.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar. Kami berhasil membawa pataka hingga ke puncak tertinggi di Pulau Belitung,” tambahnya bangga.
Puncak kegiatan ini sekaligus menjadi momen penutupan orientasi CPNS 2024. Apel penutupan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal. Dalam amanatnya, Royhan menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan komitmen moral sebagai abdi negara.
“Jangan sia-siakan perjuangan kalian dengan perilaku tercela yang dapat mencoreng nama baik institusi dan menghancurkan masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh CPNS untuk menjadikan keberhasilan ini sebagai sumber kebanggaan dan motivasi dalam menjalankan tugas negara.
“Selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Lapas Tanjungpandan. Tunjukkan dedikasi terbaik kalian,” pungkas Royhan.
Kegiatan ini menjadi simbol awal perjalanan CPNS dalam mengemban amanah sebagai pelindung nilai-nilai hukum dan keadilan, sekaligus momentum membangun semangat juang yang tak tergoyahkan di lingkungan pemasyarakatan.*












