BADAU – Harapan keluarga masih menggantung setelah Raasim, seorang warga asal Mempiu yang sempat mengunjungi keluarganya di Dusun Sungai Samak, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, dilaporkan hilang sejak akhir Januari 2026. Hingga kini, upaya pencarian yang dilakukan di sekitar Jl. Tanjung Ruu, RT/RW 01 Desa Sungai Samak, belum membuahkan hasil.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung telah melakukan pencarian selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak 2 hingga 4 Februari 2026, setelah menerima laporan resmi dari masyarakat. Namun hingga Rabu sore, keberadaan Raasim masih belum diketahui.
Kepala BPBD Kabupaten Belitung, Agus Suryadi, menyampaikan bahwa operasi pencarian dihentikan sementara sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Pencarian kita hentikan sementara sesuai SOP. Namun jika nantinya pihak keluarga kembali meminta bantuan, BPBD siap turun kembali,” ujar Agus Suryadi.
Meski demikian, BPBD Belitung tetap melakukan pemantauan situasi dan membuka jalur koordinasi dengan pihak keluarga serta masyarakat setempat. Agus juga menegaskan bahwa keluarga dan warga dipersilakan untuk melanjutkan pencarian secara mandiri sambil menunggu perkembangan baru.
Selama proses pencarian, tim BPBD yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Pencarian dilakukan secara intensif setiap hari hingga pukul 17.00 WIB, namun hasilnya masih nihil. Atas dasar kesepakatan antara tim di lapangan dan keluarga korban, pencarian pun dihentikan sementara.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam operasi pencarian tersebut, di antaranya BPBD Kabupaten Belitung, Perangkat Desa Sungai Samak, Babinsa dan Babinkantibmas, Tagana Kabupaten Belitung, serta masyarakat sekitar.
Kronologis Kejadian
Raasim diketahui merupakan seorang pria kelahiran Mempiu, yang berdomisili di RT 08/RW 04 Jalan Membalong, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau. Ia datang ke Desa Sungai Samak untuk mengunjungi keluarganya, Yanto, yang merupakan warga setempat.
Menurut penuturan Yanto, Raasim meninggalkan rumah pada Rabu malam, 28 Januari 2026, dan sejak saat itu tidak kembali. Keluarga menyebutkan bahwa Raasim kerap berjalan kaki di sekitar lingkungan rumah, namun biasanya tidak dalam waktu lama dan selalu pulang. Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa korban memiliki kondisi kejiwaan yang sedikit terganggu.
Selama beberapa hari, keluarga telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar tempat tinggal, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Pada Senin, 02 Februari 2026, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Laporan itu ditindaklanjuti dengan pencarian oleh perangkat desa bersama masyarakat dari pagi hingga sore hari, namun hasilnya tetap belum membuahkan titik terang.
BPBD Kabupaten Belitung mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Raasim agar segera melapor kepada aparat desa, BPBD, atau petugas terkait guna membantu mempercepat proses pencarian dan memberikan kejelasan bagi pihak keluarga.*













