TANJUNGPANDAN – Hamparan sawah seluas 10 hektar di wilayah perkotaan Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, tampak menguning dan siap dipanen. Musim tanam 2025–2026 resmi ditutup dengan panen yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Panen tersebut menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Senator Bangka Belitung yang juga anggota DPD RI, Ir. H. Darmansyah Husein, pada kamis 12 Februari 2026. Ia turut memanen padi bersama pemilik sawah, Shafwan AR, serta sejumlah personel lembaga adat melayu Belitung, dan para petani setempat.
Sawah Perkotaan yang Produktif Sejak 1993
Shafwan AR mengungkapkan bahwa lahan persawahan tersebut mulai diusahakan sejak tahun 1993. Awalnya, hasil panen diperuntukkan bagi konsumsi keluarga. Namun seiring waktu, produksi meningkat dan kini turut memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kami menanam padi beras merah dan beras putih. Hasilnya cukup membantu kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Shafwan di sela panen.
Pengelolaan sawah dilakukan secara gotong royong oleh dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Suka Makmur dan Kelompok Tani Iding-Iding Bahagia. Kedua kelompok tersebut beranggotakan total 20 orang petani aktif yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan di wilayah tersebut.
Tantangan Ketahanan Pangan
Meski produktif, para petani masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan tenaga kerja, luas lahan yang terbatas, hingga minimnya peralatan modern seperti mesin panen dan mesin penggiling padi yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi lahan.
Menurut Shafwan, tantangan lainnya adalah faktor usia pengelola kelompok tani yang rata-rata sudah tidak muda lagi. Ia berharap generasi muda mulai tertarik terjun ke sektor pertanian.
“Kami butuh regenerasi. Anak-anak muda harus mau turun ke sawah, karena ini bukan hanya soal bertani, tapi soal ketahanan pangan dan masa depan daerah,” tegasnya.
Dorongan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang
Dalam kesempatan tersebut, juga muncul harapan agar lahan bekas penambangan di wilayah Belitung dapat direklamasi dan dimanfaatkan menjadi areal persawahan baru. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas lahan tanam sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas tambang.
Senator Darmansyah Husein menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para petani. Ia menilai pertanian harus menjadi prioritas dalam membangun kemandirian daerah.
“Ketahanan pangan adalah pondasi ekonomi keluarga dan daerah. Pemerintah harus hadir mendukung, baik dari sisi alat pertanian, pembinaan, maupun akses pasar,” ujarnya.
Menopang Ekonomi Keluarga
Panen raya ini menjadi bukti bahwa persawahan di wilayah perkotaan pun mampu produktif dan berkontribusi pada ketahanan pangan lokal. Selain memenuhi kebutuhan beras merah dan beras putih, hasil panen juga membantu menopang ekonomi keluarga para petani.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, sawah di Air Serkuk diharapkan terus tumbuh menjadi simbol kemandirian pangan di Kabupaten Belitung.













