TANJUNGPANDAN – Lembaga Adat Melayu Belitung menghadiri kegiatan Sarasehan Tipak Sirih bertajuk “Mengupas Filosofi dan Kearifan di Balik Tradisi Nyirih Urang Belitong” yang digelar di Rumah Adat Belitung, Jalan Gadjah Mada, Tanjungpandan, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh LIGAT Belitung Production sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Napak Sire 2026 di Kabupaten Belitung. Festival tersebut mengusung tema “Menjalin Silaturahmi dengan 1000 Lembar Sirih” dan menjadi salah satu dari 125 Karisma Event Nusantara yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung, Achmad Hamzah, yang didampingi Wakil Ketua Shafwan AR serta Sekretaris Ismail Mihad, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Tradisi nyirih bukan sekadar kebiasaan, tetapi memiliki nilai filosofis yang sarat makna, mulai dari simbol penghormatan, persaudaraan, hingga identitas budaya masyarakat Melayu Belitung,” ujar Achmad Hamzah.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Hamzah juga memperkenalkan tradisi makan bedulang kepada para tamu undangan, termasuk akademisi dari Universitas Pelita Harapan (UPH). Tradisi makan bersama dalam satu dulang ini menggambarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Belitung.
Sarasehan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman generasi muda dan masyarakat luas terhadap kearifan lokal, sekaligus memperkuat posisi budaya Belitung dalam kancah nasional melalui ajang Karisma Event Nusantara 2026.













