MANGGAR — Pimpinan Daerah Muhammadiyah Belitung Timur menunjukkan komitmennya dalam memperkuat dakwah dan pembinaan umat melalui kegiatan Pengajian Umum yang digelar di Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan Belitung Timur, Selasa (12/5/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jamaah. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pengurus Muhammadiyah Belitung Timur, organisasi otonom Muhammadiyah, simpatisan, hingga masyarakat umum dari berbagai kalangan.
Pengajian menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Bangka Belitung, Drs. H. Sahirman Djumli, M.Si, sebagai pemateri utama dengan tema kajian “5 Pilar Islam Berkemajuan.”

Dalam ceramahnya, Sahirman Djumli menegaskan bahwa Islam berkemajuan merupakan konsep membangun umat yang tidak hanya kuat dalam keimanan, tetapi juga maju dalam pemikiran, pendidikan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Tauhid Sebagai Pondasi Kehidupan
Pilar pertama yang disampaikan adalah pentingnya menegakkan dan mengamalkan tauhid yang murni. Menurutnya, tauhid menjadi dasar utama dalam kehidupan seorang muslim sehingga seluruh aktivitas dan pengabdian hanya ditujukan kepada Allah SWT.
“Tauhid yang kuat akan membentuk pribadi muslim yang lurus dalam ibadah dan kehidupan sosial,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Memahami Islam Berdasarkan Ilmu
Pada pilar kedua, Sahirman mengingatkan pentingnya memahami Al-Qur’an dan Sunnah secara mendalam dan berlandaskan ilmu pengetahuan.
Ia menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh menjalankan agama hanya berdasarkan kebiasaan atau ikut-ikutan tanpa pemahaman yang benar.
“Berislam bukan sekadar semangat, tetapi harus dengan ilmu, pemahaman yang baik, dan kajian mendalam terhadap Al-Qur’an serta Sunnah Rasulullah SAW,” jelasnya.
Dakwah Harus Memberi Solusi
Sementara itu, pilar ketiga menyoroti pentingnya amal saleh yang fungsional dan solutif. Muhammadiyah, kata dia, hadir tidak hanya melalui dakwah lisan, tetapi juga lewat amal usaha nyata di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan umat.
Menurutnya, dakwah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat merupakan wujud nyata Islam berkemajuan.
Umat Islam Dituntut Adaptif
Pada pilar keempat, Sahirman mengajak umat Islam untuk memiliki orientasi kekinian dan masa depan. Ia menilai umat Islam harus mampu mengikuti perkembangan zaman, berpikir maju, serta adaptif terhadap perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
“Generasi Islam harus unggul, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Toleransi dan Persatuan Jadi Kekuatan
Adapun pilar kelima menekankan pentingnya sikap toleran, moderat, dan suka bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Sahirman, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta membangun kolaborasi merupakan bagian penting dalam menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Selain menyampaikan materi utama, ia juga memberikan pesan moral terkait jabatan dan kepemimpinan.
“Jabatan bukan untuk dibanggakan, tetapi amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pengajian umum tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah bersama masyarakat Manggar dan Belitung Timur, sekaligus memperkuat semangat dakwah Islam berkemajuan di tengah dinamika kehidupan sosial masyarakat.*













