Inflasi Juli di Beltim Terkendali, Harga Ikan Jadi Penyumbang Utama
- Bangka Belitung
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR: Tingkat inflasi tahunan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Juli 2026 masih berada dalam rentang sasaran nasional. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim, Senin (3/8/2026), inflasi year on year (y-on-y) tercatat sebesar 2,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,59.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,22 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,29 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Beltim, Fetia Nursih Widiastuti, mengatakan inflasi tahunan dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman dan tembakau, perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.
“Untuk inflasi tahunan, yang dibandingkan adalah kondisi harga Juli 2026 dengan Juli 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang terbesar karena komoditasnya memang sangat bergejolak,” ujar Fetia usai memaparkan Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2026 di Ruang Pertemuan BPS Kabupaten Beltim.
Menurutnya, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain cumi-cumi, ikan kembung, perhiasan emas, serta bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM dipengaruhi perubahan harga energi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan komoditas perikanan dipengaruhi kondisi cuaca yang berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan.
“Kalau komoditas makanan memang kami pantau secara rutin karena harganya cepat berubah. Untuk Juli ini, komoditas perikanan seperti cumi-cumi dan ikan kembung masih menjadi penyumbang inflasi yang cukup besar,” jelasnya.
Sementara itu, inflasi bulanan Juli 2026 dibandingkan Juni 2026 juga didominasi kenaikan harga komoditas perikanan, seperti ikan ekor kuning, ikan kembung, dan ikan bulat.
“Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab harga ikan naik karena hasil tangkapan nelayan berkurang,” tambah Fetia.
Pemkab Minta TPID Perkuat Antisipasi
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Beltim, Zikril, mengatakan perkembangan inflasi Juli menunjukkan harga ikan masih menjadi faktor utama penyebab kenaikan inflasi akibat kondisi cuaca.
Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat diimbangi dengan meningkatnya pasokan ayam serta relatif stabilnya harga cabai dan bawang.
“Memasuki bulan Agustus, kita perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga ikan akibat kondisi gelombang laut yang masih terjadi, serta kenaikan harga sayuran sebagai dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan,” kata Zikril.
Pemkab Beltim meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh perangkat daerah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.
“Seluruh pihak diharapkan terus mengambil langkah yang diperlukan agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Pemaparan Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2026 tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Beltim, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Kabupaten Beltim Bayu Priyambodo, perwakilan pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Beltim, serta Tim Satgas Pangan Polres Belitung Timur.*DiskominfoSP Beltim
- person
- visibility 49
- forum 0