Mengayuh Sepeda, Menjemput Rezeki: Kisah Pak Syarif, Tukang Sol Sepatu Keliling di Belitung
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 2 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat, seorang pria paruh baya tampak mengayuh sepeda menyusuri jalanan Belitung. Dengan peralatan sederhana dan semangat yang tak pernah padam, Pak Syarif, 58 tahun, terus berkeliling menawarkan jasa sol sepatu demi mencari nafkah untuk keluarganya.
Pria asal Garut, Jawa Barat, ini telah merantau ke Belitung sejak 2019. Selama bertahun-tahun, ia menjalani profesi sebagai tukang sol sepatu keliling dengan sepeda sebagai teman setianya dalam menjemput rezeki.
Di balik kayuhan sepedanya, tersimpan kisah perjuangan dan pengorbanan yang menyentuh hati. Jauh dari kampung halaman, Pak Syarif berjuang seorang diri untuk menghidupi istri dan empat orang anaknya yang masih berada di Garut.
Setiap hari, ia menyusuri jalanan demi mendapatkan pelanggan. Dari pekerjaan sederhana itulah ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Setiap pasang sepatu yang berhasil diperbaiki menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk terus bertahan dan memastikan keluarganya di kampung halaman tetap mendapatkan nafkah.
Khusus setiap hari Sabtu, Pak Syarif memiliki rute menuju kawasan Tugu Perjuangan Air Seruk. Ia mulai berkeliling sekitar pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. Dalam sehari, setidaknya satu hingga dua pasang sepatu berhasil ia sol, dengan tarif jasa sebesar Rp25.000 per pasang.
Jumlah tersebut mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi Pak Syarif, setiap rupiah yang diperoleh merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan harapan untuk terus menafkahi orang-orang tercinta.

Kisah Pak Syarif menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan sehari-hari yang sering kita lalui, ada banyak orang yang berjuang dalam diam. Mereka tidak selalu meminta belas kasihan, tetapi terus berusaha dengan kemampuan yang dimiliki demi keluarga dan masa depan.
Semangatnya mengajarkan bahwa mencari rezeki bukan semata-mata tentang seberapa besar penghasilan yang diperoleh, melainkan juga tentang ketulusan berusaha, tanggung jawab, dan pantang menyerah dalam menghadapi kehidupan.
BAZNAS Belitung Hadir untuk Membantu Sesama
Kisah perjuangan Pak Syarif menjadi salah satu pengingat pentingnya kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Belitung berupaya membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan.
BAZNAS Kabupaten Belitung berkomitmen menyalurkan dana ZIS sesuai dengan syariat Islam serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan amanah tersebut, BAZNAS Belitung juga didukung oleh amil yang telah memiliki sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pengelolaan dana ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel menjadi bagian penting dalam membangun serta menjaga kepercayaan masyarakat. Amanah dari para muzaki, donatur, dan Pemerintah Kabupaten Belitung diharapkan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Belitung menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, dan Pemerintah Kabupaten Belitung atas dukungan serta kepercayaan yang telah diberikan.

Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Belitung.
Setiap kebaikan yang dititipkan diharapkan menjadi jalan hadirnya manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Sebab, terkadang, kepedulian yang kita berikan bukan hanya membantu seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga menguatkan semangatnya untuk terus melangkah.
Dan dari kayuhan sepeda Pak Syarif, kita belajar bahwa perjuangan yang dilakukan dengan tulus selalu menyimpan makna. Jauh dari keluarga, di jalanan Belitung, ia terus mengayuh—membawa harapan, menjemput rezeki, dan menjaga tanggung jawabnya sebagai seorang suami sekaligus ayah.*
- person
- visibility 180
- forum 0