Di Ponpes Dhiya Ul Qur’an,Satgaswil Kep. Babel Densus 88 AT Polri Sosialisasi Pencegahan Paham IRET
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Dalam upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), Tim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiya Ul Qur’an, Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema pencegahan paham IRET serta Tren radikalisasi digital di kalangan anak dan remaja. Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu mengenali potensi penyebaran paham ekstrem sekaligus memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan nasionalisme.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Pondok Pesantren Dhiya Ul Qur’an, perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Belitung, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung.

Hadir sebagai narasumber, personel Tim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, yakni IPDA Dian Effendi, S.H., dan BRIPTU Ambi, S.H. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama DSPPPA dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung.
Bahaya Radikalisme hingga Modus Perekrutan di Ruang Digital
Dalam pemaparannya, IPDA Dian Effendi, S.H., bersama BRIPTU Ambi, S.H., menjelaskan pengertian intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk dampak negatif penyebaran paham tersebut terhadap kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai proses radikalisasi pada anak dan remaja, termasuk pola perekrutan yang memanfaatkan media sosial, propaganda digital, hingga permainan daring atau game online.
Perkembangan teknologi digital dinilai perlu disikapi dengan bijak. Anak dan remaja yang sedang mencari jati diri dapat menjadi sasaran penyebaran narasi ekstrem apabila tidak memiliki pemahaman yang memadai, lingkungan pendukung, serta kemampuan untuk memilah informasi di internet.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber turut membahas sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kerentanan anak dan remaja terhadap pengaruh paham radikal dan ekstrem. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial menjadi penting dalam memberikan pendampingan serta membangun ruang komunikasi yang aman bagi anak.
Bullying Juga Menjadi Perhatian
Selain membahas radikalisasi digital, sosialisasi ini menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang kerap menjadi ancaman bagi pelajar.
Para peserta diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis perundungan terhadap anak, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban maupun saat menyaksikan teman mengalami perundungan.
Pelajar diimbau untuk tidak melakukan pembiaran, berani mencari bantuan dari guru atau orang dewasa terpercaya, serta membangun lingkungan pertemanan yang saling menghormati dan mendukung.

Pembahasan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan agar setiap anak dapat berkembang secara sehat, baik secara mental maupun sosial.
Waspadai Modus Baru Perekrutan Terorisme
Dalam materi berikutnya, narasumber menjelaskan tren modus perekrutan terorisme yang memanfaatkan ruang digital, termasuk media sosial dan permainan daring yang dapat menjangkau kalangan remaja.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap upaya pihak-pihak tertentu yang dapat menyasar perempuan dan anak dalam jaringan atau aksi terorisme.
Melalui pemahaman tersebut, para peserta diharapkan lebih waspada terhadap konten provokatif, ajakan yang mengarah pada kekerasan, serta komunikasi digital yang berupaya menanamkan kebencian terhadap kelompok lain.
Pelajar juga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, tidak sembarangan membagikan konten provokatif, dan segera meminta pendampingan kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang apabila menemukan indikasi perekrutan yang mencurigakan.
Generasi Muda sebagai Penjaga Persatuan NKRI
Dalam pesan kebangsaannya, narasumber mengajak para pelajar untuk menjauhi radikalisme, ekstremisme, dan segala bentuk kekerasan. Menjaga serta merawat kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda.
Para pelajar diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme, menghargai perbedaan, mengedepankan sikap toleransi, serta menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemahaman siswa dan siswi mengenai bahaya paham IRET diharapkan semakin meningkat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran lembaga pendidikan dalam membangun karakter generasi muda yang berwawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Buka Ruang Edukasi dan Diskusi Melalui Media Sosial
Sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi pencegahan, Tim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri turut memperkenalkan kanal media sosial resminya, meliputi Instagram, TikTok, Facebook, X, dan SnackVideo.

Masyarakat, termasuk kalangan pelajar, juga dapat memanfaatkan ruang diskusi dan tanya jawab mengenai pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram @babelprevention.
Melalui kolaborasi antara aparat, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh paham ekstrem di ruang digital.
Dengan bekal wawasan kebangsaan, literasi digital, dan semangat toleransi, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor perdamaian sekaligus penjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.*
- person
- visibility 56
- forum 0