Anggota DPR RI Rudianto Tjen Dorong Sinergi Wartawan dan Stakeholder: Pariwisata Belitong Harus Bangkit Lewat Penerbangan Internasional

Kita pernah merasakan bagaimana Belitung dikenal luas karena pariwisatanya. Harapan saya, dari langkah kecil ini Bangka Belitung bisa menjadi pusat pariwisata Indonesia bagian barat

TANJUNGPANDAN — Anggota DPR RI Rudianto Tjen menggelar jumpa pers bersama kalangan wartawan di Kondjie Bintang, Jalan Krejan Kebun Jeruk, Tanjungpandan, Belitung, pada Kamis (7/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Anggota DPD RI Bahar Buasan, Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung Taufik Rizani, Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani, anggota komisi 1 DPRD Belitung dan Ketua Fraksi DPRD Belitung Wahyudi Wirayudha, serta sejumlah tokoh dan insan pers di Belitung.

Pada kesempatan itu, Rudianto Tjen yang Politisi dari PDIP menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan yang intens antara pemerintah daerah, DPRD, partai politik, hingga wartawan sebagai penyambung informasi masyarakat.

AddText 05 07 01.00.29

Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam memberikan masukan dan informasi terkait kebutuhan masyarakat di daerah.

“Saya selalu mendapatkan banyak informasi dari teman-teman wartawan, mulai dari kebutuhan masyarakat hingga persoalan di daerah. Karena itu saya minta hubungan yang baik dan komunikasi yang intens terus dijaga,” ujar Rudianto.

Ia juga meminta Ketua DPRD Belitung serta jajaran partai untuk lebih sering turun dan mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Kalau ada persoalan di masyarakat, paling tidak kita bisa bersama-sama membantu menyelesaikannya. Ketua DPRD juga harus sering mendengar suara masyarakat dan membangun komunikasi,” katanya.

Dorong Pariwisata Belitung Bangkit

Dalam jumpa pers tersebut, Rudianto Tjen juga menyoroti perkembangan sektor pariwisata Belitung, khususnya terkait dibukanya penerbangan langsung dari Singapura ke Belitung.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Belitung yang dinilai berani dan visioner dalam membuka akses internasional demi meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Belitung yang sudah berupaya meningkatkan pariwisata dengan melobi penerbangan dari Singapura. Ini ide yang sangat brilian,” ungkapnya.

Meski demikian, Rudi mengakui masih ada sejumlah evaluasi yang perlu dilakukan, terutama terkait jadwal penerbangan yang dinilai terlalu pagi sehingga kurang efektif bagi wisatawan.

“Kalau penerbangan dari Singapura terlalu pagi, tentu wisatawan harus berangkat ke bandara sejak dini hari. Ini perlu dinegosiasikan ulang supaya penumpang lebih banyak dan wisatawan lebih nyaman datang ke Belitung,” jelasnya.

Rudi berharap penerbangan internasional tersebut dapat menjadi langkah awal kebangkitan pariwisata Belitung dan Belitung Timur seperti masa kejayaan promosi wisata saat novel dan film Laskar Pelangi populer beberapa waktu tahun lalu.

“Kita pernah merasakan bagaimana Belitung dikenal luas karena pariwisatanya. Harapan saya, dari langkah kecil ini Bangka Belitung bisa menjadi pusat pariwisata Indonesia bagian barat,” katanya optimistis.

Usul Libatkan CSR untuk Dukung Penerbangan

Rudianto juga mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya mengandalkan APBD dalam mendukung keberlangsungan penerbangan internasional tersebut.

AddText 05 07 01.00.53

Menurutnya, dukungan bisa diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha, hotel, hingga pemanfaatan program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.

“Kalau perlu kita cari CSR perusahaan-perusahaan di sini untuk mendukung penerbangan ini. Hotel-hotel juga harus ikut berkontribusi karena ini kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenyamanan wisatawan juga harus menjadi perhatian utama, mulai dari fasilitas bandara hingga pelayanan bagi turis yang datang ke Belitung.

“Apapun yang bisa mempermudah wisatawan datang dan pulang, semua fasilitas kenyamanan itu harus dievaluasi dan diperbaiki,” tutupnya.*