PANGKALPINANG – Anggota MPR RI B-36 sekaligus Senator Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kantor Lurah Gedung Nasional, Jalan KH. Hasan Basri Sulaiman RT 004 RW 001, Kota Pangkalpinang, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kelurahan Gedung Nasional yang hadir dari berbagai latar belakang sosial dan budaya. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Darmansyah Husein menjelaskan secara komprehensif mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
“Pancasila mengajarkan nilai toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial. UUD 1945 menjamin persamaan hak seluruh warga negara, NKRI menegaskan pentingnya persatuan wilayah dan bangsa, sementara Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengikat keberagaman,” ujar Darmansyah di hadapan peserta.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Randi menanyakan peran Empat Pilar Kebangsaan dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Sementara itu, Siti mempertanyakan pentingnya pemahaman Empat Pilar di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat saat ini. Pertanyaan lain juga disampaikan terkait peran pemerintah kelurahan serta langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat pasca kegiatan sosialisasi.
Menanggapi hal tersebut, Darmansyah menekankan bahwa pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan menjadi benteng dalam mencegah konflik sosial, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Ia juga menyoroti peran strategis pemerintah kelurahan sebagai fasilitator dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam program dan kegiatan masyarakat.
“Yang terpenting adalah implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diharapkan dapat menjaga persatuan, saling menghormati, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” tambahnya.
Pada sesi penutup, sejumlah peserta menyampaikan harapan agar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, dengan metode penyampaian yang lebih partisipatif dan dialogis. Peserta juga berharap materi sosialisasi dapat mengangkat isu-isu kebangsaan yang berkembang di tingkat lokal, seperti penguatan persatuan, penyelesaian konflik sosial, dan penguatan semangat gotong royong.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika semakin meningkat serta mampu diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.












