Home / Bangka Belitung / BBM, Hutan Adat & Sawit Jadi Saran LAMBEL di Musrenbang RPJMD 2018-2023

BBM, Hutan Adat & Sawit Jadi Saran LAMBEL di Musrenbang RPJMD 2018-2023

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Pemkab Belitung mengelar Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kabupaten Belitung Tahun 2018-2023, pada Rabu (22/09) 2021, yang bertempat di Ruang Rapat l Bappeda Kabupaten Belitung.

Disamping dihadiri Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S. Sos, juga turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, H. MZ. Hendra Caya, SE., M. Si beserta para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga dihadiri Ketua LAMBEL Drs. H Abdul Hadi Adjin.

Menanggapi kegiatan musrenbang RPJMD, Ini Saran Lambel yang disampaikan Drs. H. Abdul Hadi Adjin.

1. Agar Pemda memfasilitasi dan mendorong Pertamina bersama Badan Pengelola Pelabuhan Tg. Batu/kawasan industri suge untuk membangun FUEL BBM Pertamina guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan Pulau Belitong sebab kondisi Tangki BBM dan lokasi serta Pelabuhan BARO sekarang sudah lama dan tidak layak lagi

2. Kepada Gubernur untuk tidak menerbitkan IUP pasir baru dan segera dilakukan audit.

3. Segera diselesaikan tapal batas desa dan kecamatan sekaligus pemekaran desa/kelurahan dan kecamatan untuk persiapan pembentukan Wilayah Kota Tanjungpandan

4. Jual beli Tanah sementara ini di stop Khususnya yang berskala besar (moratorium) dan harus dilakukan audit.

5. HGU Sawit agar di evaluasi kembali khususnya status tanah hutan DAS Sungai untuk Nirok Nanggok /kearifan lokal desa setempat termasuk lahan sawit yang masuk dalam pekarangan masyarakat harus dikembalikan kepada masyarakat menjadi tanah/hutan adat termasuk lahan sawit dekat/di pinggir jalan raya disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun lokasi tanah hutan adat antara lain kawasan Aik Nangka, 24 Lembong Sungai Nirok Nanggok Desa Kembiri, Gunong Kubing, Bukit Gading Aik Nangka.

Hanya saja, Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel dan juga mantan Sekda Beltim ini, menyayangkan sekali peserta musrenbang ini merupakan wadah dan forum terpenting siklus perencanaan Evaluasi dan KIS Pembangunan Belitung sampai dengan tahun 2023 sangat jauh dari harapan khususnya tentang Proses Kegiatan Musrenbang khususnya peserta sudah banyak pulang yang awalnya ramai itu hanya Pembukaan saja.

“Sangat disayangkan apa demikian kualitas proses Musrembang Kabupaten Belitung. Apakah birokrasi kita ini sudah siap untuk mengantisifasi Unesco Global Geopark,” kata Hadi yang juga mantan Ketua Bappeda dan Mantan Sekda Bangka Tengah yang berharap ke depan lagi jangan sampai terulang lagi terkait berbagai kegiatan pembangunan di daerah.*