Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » BMKG Laporkan Belitung Mengalami Kemarau Basah, Perlukah Waspada DBD ?

BMKG Laporkan Belitung Mengalami Kemarau Basah, Perlukah Waspada DBD ?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menurut prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini tidak berlangsung seperti biasanya. Alih-alih kering dan minim curah hujan, sebagian besar wilayah Indonesia justru mengalami kemarau basah.

Kondisi kemarau basah merupakan sebuah kondisi di mana musim kemarau tetap disertai hujan yang turun secara konsisten.

Untuk wilayah Belitung, musim kemarau sendiri diperkirakan baru akan dimulai pada bulan Juli, sedikit lebih lambat dibanding wilayah lain yang umumnya memasuki kemarau pada bulan Juni.

Memasuki kondisi kemarau basah ini semestinya kita semakin waspada, terutama terkait ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Iklim yang lebih hangat disertai curah
hujan ringan justru menciptakan ekosistem ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor utama penyebaran virus dengue.

Ironisnya, kemarau kerap diasosiasikan sebagai musim yang kering dengan curah hujan rendah, “aman” dari ancaman DBD sehingga masyarakat cenderung lebih santai dan abai terhadap upaya pencegahan. Padahal, data menunjukkan bahwa kasus DBD justru bisa meningkat di musim kemarau akibat kelalaian ini.

Masyarakat Belitung, dan wilayah kepulauan Bangka Belitung pada umumnya, perlu menyadari bahwa DBD merupakan penyakit endemik yang tidak mengenal musim. Oleh karena itu, penting untuk membangun budaya waspada dan tanggap sepanjang tahun.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab dalam pengendalian DBD? Jawabannya: kita semua. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah tentunya sangat krusial untuk menciptakan upaya pengendalian yang efektif dan berkelanjutan.

Sebagai masyarakat, upaya sederhana yang dapat kita lakukan secara mandiri di rumah masing-masing ialah 3M, yaitu menutup penampungan air, menguras penampungan air secara berkala, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menciptakan genangan air.

Hal-hal sederhana seperti mencegah tumpukan barang-barang bekas di sekitar rumah, serta mengurangi tumpukan pakaian di gantungan pintu juga dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya sarang bagi nyamuk dewasa.

Selain itu, menghindari aktivitas di luar rumah pada waktu-waktu rawan seperti subuh dan sore hari juga dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti yang aktif di jam-jam tersebut.

Perhatian khusus juga perlu diberikan pada masyarakat yang tinggal di wilayah perkebunan atau di sekitar kolong bekas tambang timah. Lingkungan perkebunan dengan kelembaban tinggi dan genangan air di sekitar vegetasi memberikan habitat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Genangan air besar di kolong tambang juga sangat potensial menjadi sarang nyamuk, dan hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang menemukan adanya larva nyamuk Aedes aegypti pada kolong bekas tambang timah.

Dari sisi pemerintah, penting untuk tidak lagi terlalu mengandalkan fogging sebagai solusi utama. Selain hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak menyasar jentik, penggunaan fogging berlebihan justru berisiko menimbulkan resistansi atau kekebalan pada nyamuk terhadap bahan kimia.

Sebagai gantinya, pemerintah dapat lebih meningkatkan upaya-upaya pencegahan, seperti pengenalan dan pemantauan pelaksanaan 3M serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Pemerintah juga dapat memberikan himbauan
kepada pelaku penambang timah untuk menutup lubang bekas galian tambang sehingga dapat mengurangi genangan yang dapat dijadikan lahan kembang biak nyamuk.

Lebih jauh, pemerintah dapat mempertimbangkan untuk mengadopsi teknologi Wolbachia sebagai strategi inovatif pengendalian DBD secara biologis.

Metode pengendalian ini dilakukan dengan cara menyisipkan bakteri simbiotik Wolbachia ke dalam nyamuk untuk menonaktifkan virus dengue dalam nyamuk, sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak lagi menularkan virus demam berdarah.

Tak hanya itu, penggunaan bakteri simbiotik Wolbachia ini juga dapat menjadikan nyamuk jantan infertil, sehingga nyamuk tidak lagi dapat berkembang biak dan menekan populasi nyamuk secara alami.

Program ini telah berhasil diuji di beberapa daerah di Jawa, termasuk Yogyakarta, dan berpotensi diterapkan juga di wilayah Belitung di kemudian hari.

Menghadapi kemarau basah bukan berarti kita lengah. Justru sebaliknya, ancaman DBD perlu dihadapi dengan langkah nyata dan kerjasama dari seluruh stakeholder.

Karena pada akhirnya, upaya melindungi kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkup kecil masyarakat, didukung oleh pemerintah, dan dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern.*)

 

*) Oleh: Naomi Amadea, Penulis adalah  Mahasiswa Semester 6 Jurusan Bioteknologi UKDW Yogyakarta

 

  • person
  • visibility 89
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Beltim 2024 Terwujud, Serentak Se-Republik Bersama Seluruh Kab/Kota/Provinsi

    Pilkada Beltim 2024 Terwujud, Serentak Se-Republik Bersama Seluruh Kab/Kota/Provinsi

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle sma
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MANGGAR: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berhasil mewujudkan keserentakan Pilkada 2024 bersama 414 kabupaten lainnya di Indonesia pada Rabu (27/11/2024). Proses pemungutan suara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB di 192 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berjalan lancar hingga tahap penghitungan suara selesai di hari yang sama. Ketua KPU Beltim, Marwansyah, mengapresiasi seluruh […]

  • 2 Nelayan Kec. Selat Nasik & 1 Nelayan Kec.Badau Ajukan Pinjaman Kredit

    2 Nelayan Kec. Selat Nasik & 1 Nelayan Kec.Badau Ajukan Pinjaman Kredit

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle sma
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SELATNASIK: 2 orang nelayan di Kecamatan Selat Nasik, dan satu orang nelayan di Kecamatan Badau Kabupaten Belitung ajukan pinjaman kredit ke Bank Sumsel Babel Tanjungpandan, Belitung pada hari ini. Adapun pengajuan pinjaman kredit ada 3 orang diantaranya adalah Dulgani dari desa Petaling permohonan pengajuan pinjaman kredit sebesar 25 juta, M. Arsyad Desa pegantungan permohonan pengajuan […]

  • Lions Club Internasional Distric 307-A1 Bantu Sembako Untuk Korban Banjir

    Lions Club Internasional Distric 307-A1 Bantu Sembako Untuk Korban Banjir

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2017
    • account_circle sma
    • visibility 50
    • 0Komentar

    GANTUNG: Berbagai kepedulian datang dari berbagai pihak terhadap bencana yang terjadi di Pulau Belitong dalam pekan terakhir ini. Salah satunya,  Lions Club Internasional Distric 307-A1 Indonesia baru baru ini menyalurkan sembako untuk korban banjir yang bertempat di Posko bencana yang di Masjid Al-Makmur di  Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Penyaluran sembako dari Lions Club ini dihadiri […]

  • Bupati Belitung Jadi Inspektur Upacara Hari Koperasi ke 72

    Bupati Belitung Jadi Inspektur Upacara Hari Koperasi ke 72

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle sma
    • visibility 35
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Bupati Belitung H. Sahani Saleh S.Sos menjadi inspektur upacara pada peringatan hari koperasi ke 72 tahun 2019 yang bertempat di halaman kantor Bupati Belitung pada hari ini Senin 29 Juli 2019. Acara ini dihadiri wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn, MSi, Forkomida, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, jajaran pegawai dilingkungan Deperidag, Koperasi, UKM, dan […]

  • Jejak Misteri “Lempak Raje” di Belitung, Diyakini Peninggalan Leluhur Raja-Raja

    Jejak Misteri “Lempak Raje” di Belitung, Diyakini Peninggalan Leluhur Raja-Raja

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle sma
    • visibility 166
    • 0Komentar

    SIJUK, BELITUNG – Sebuah temuan unik yang berlokasi dikawasan Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Di atas bebatuan kokoh di kawasan tersebut, terlihat jelas sebuah jejak telapak kaki berukuran besar yang oleh masyarakat setempat, disebut “Lempak Raje”. Jejak aneh yang membekas di permukaan batu itu kini menjadi perhatian masyarakat. Tak hanya sekadar dipelihara, lokasi […]

  • Cabup dan Cawabup PDI-P Dari Belitung Ikuti “Fit And Proper Test”

    Cabup dan Cawabup PDI-P Dari Belitung Ikuti “Fit And Proper Test”

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2017
    • account_circle sma
    • visibility 43
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Seluruh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung dari Partai Demokrasi Indonesia se Indonesia, akan mengikuti Fit and Proper Test dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP). Rencananya, fit and proper test akan digelar pada Hari Sabtu, tanggal 19 Agustus 2017, yang bertempat di kantor DPP PDIP yang […]

expand_less