TANJUNGPANDAN – Kehangatan dan semangat kebersamaan terasa kental dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di Kantor Desa Air Saga, Selasa (27/5/2025). Acara ini mempertemukan Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung, para dukun kampong, dan Pemerintah Desa Air Saga untuk membahas pelaksanaan tradisi adat dan budaya lokal.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kabid Pembinaan Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Fithrorori, Wakil Ketua LAM Belitung Shafwan AR, Sekretaris Ismail Mihad, Bendahara Wawan Irwanda, Pemuda Pelopor dan Penilik Budaya Hatta Kabong, Ketua LAM Kecamatan Alpian, Kepala Desa Air Saga Ismanto, Ketua LAM Desa Air Saga Zainal Abidin serta para dukun kampong, baik yang tua Saharudin maupun Dukun muda Hasan Adi
Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah perencanaan pelaksanaan tradisi Selamat Kampong, sebuah ritual adat yang diyakini memiliki nilai spiritual tinggi dan menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Belitung.
Dari hasil musyawarah, disepakati bahwa ritual Selamat Kampong akan dilaksanakan pada bulan Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Air Saga. Sementara itu, perayaannya akan dipusatkan di kawasan wisata Suak Parak Mangrove dan akan dirangkaikan dengan gelaran Festival Mangrove pada bulan September 2025.
“Sudah kita sepakati bersama para dukun kampong, yang juga disaksikan langsung oleh Lembaga Adat Melayu Belitung. Ritualnya akan digelar bulan Juli di kantor desa, dan perayaannya kita pusatkan di kawasan Suak Parak Mangrove pada bulan September 2025,” ujar Kepala Desa Air Saga, Ismanto.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana promosi potensi wisata alam dan kearifan lokal yang dimiliki oleh Desa Air Saga. Dengan kolaborasi antara adat dan alam, kegiatan ini diyakini akan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.












