TANJUNGPANDAN: Sosok Dr. Fendi Haryono, S.H., M.H., kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena langkah politik atau gebrakan partai, melainkan keputusan mengejutkannya untuk kembali duduk di bangku kuliah. Mantan anggota Fraksi DPRD Kabupaten Belitung periode 2019–2024 yang kini menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Bangka Belitung ini resmi menjadi mahasiswa Program Sarjana Terapan Pariwisata di Politeknik Belitung.
Langkah Fendi ini terbilang tak biasa bagi seorang politisi senior dengan gelar doktor di bidang hukum. Namun, dalam wawancara singkat dengan awak media, Fendi menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk komitmennya terhadap pendidikan sepanjang hayat.
“Perkenalkan, saya Dr. Fendi Haryono, asli dari Belitung. Keputusan saya memilih program ini karena saya ingin mempelajari ilmu baru yang belum pernah saya tekuni secara formal sebelumnya,” ujarnya.
Fendi menceritakan bahwa ia telah menempuh pendidikan bisnis dan akuntansi di Australia, kemudian melanjutkan studi hukum hingga meraih gelar doktor di Indonesia. Namun, bidang pariwisata—yang notabene menjadi salah satu kekuatan utama Belitung—belum pernah ia pelajari secara akademis.
“Saya merasa penting untuk memahami sektor ini lebih dalam. Pariwisata adalah masa depan Belitung. Dan untuk membangun masa depan, saya harus siap belajar dari awal,” tambahnya.
Menurutnya, keputusan ini bukan hanya demi gelar semata, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam bentuk pengayaan diri.
“Belajarlah sampai setinggi langit. Karena investasi terbaik adalah investasi dari leher ke atas, bukan dari pinggang ke bawah,” tutup Fendi dengan senyum penuh semangat.
Langkah berani ini pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang melihat Fendi sebagai contoh nyata bahwa belajar tak mengenal usia, jabatan, ataupun batasan.
Dengan semangat “merendah untuk belajar”, Dr. Fendi Haryono membuktikan bahwa dedikasi terhadap pendidikan bisa menjadi jalan baru untuk terus berkontribusi pada daerah dan bangsa—dari ruang kelas hingga ruang kebijakan.*












