Dua Personil Lembaga Adat Melayu Belitung Raih Penghargaan Bidang Seni dan Budaya di Acara Pekan Kebudayaan Daerah Belitung 2023

Achmad Hamzah, dianugerahkan sebagai Maestro makan bedulang Belitong dan penggiat budaya adat istiadat Belitung. Sementara itu, Sofwan Ar dihargai sebagai pencipta lagu daerah dengan penghargaan khusus.

TANJUNGPANDAN: TRAWANGNEWS.COM: Pekan Kebudayaan daerah Belitung 2023 mengukuhkan keberagaman seni dan budaya lokal dengan memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh.

Disamping penganugerahan kepada sejumlah tokoh dari berbagai bidang, khusus dari Lembaga Adat Melayu Belitung juga diberikan penghargaan kepada dua tokoh penting bidang seni dan budaya, pada acara penutupan yang berlangsung di Gedung Nasional Tanjungpandan selama 22-25 November 2023 ini

Adapun dua tokoh penting, diberikan penganugerahan kepada Achmad Hamzah, Ketua LAM Belitung, dan Sofwan Ar, Wakil Ketua LAM Belitung.

Achmad Hamzah, diberikan anugerah sebagai Maestro makan bedulang Belitong dan penggiat budaya adat istiadat Belitung.
Sementara itu, Sofwan Ar diberikan penghargaan sebagai pencipta lagu daerah dengan penghargaan khusus.

Untuk diketahui, Pekan kebudayaan daerah Belitung ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Belitung ini menjadi panggung bagi berbagai penampilan seni, seperti campak darat, keroncong stambul fajar, dan dul mulok.

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, membuka secara resmi acara tersebut pada malam Kamis (23/11/2023). Pada Malam pembukaan diramaikan dengan penampilan tarian kontemporer ‘kulup bakau’ yang menggugah semangat, dibawakan oleh siswa SD Negeri 22 Sijuk.

Puncak acara pada malam penutupan menandai momen istimewa, di mana Bupati Belitung H. Sahani Saleh S.Sos menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Dua jenis WBTB, yakni makan bedulang Belitong dan permainan rakyat Lesong Panjang, menjadi bagian dari upaya memelihara dan menghargai kekayaan budaya lokal.

Tokoh pelestari, penggerak budaya, dan penjaga tradisi di Belitung juga menerima penghargaan yang mengukuhkan peran mereka dalam melestarikan seni dan adat istiadat daerah.*