Hardiknas 2026, KPU Beltim Gencarkan Pendidikan Pemilih untuk Pemilih Pemula

Melalui pendekatan langsung ke sekolah-sekolah, KPU Beltim optimistis tingkat partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2029 akan meningkat signifikan. Selain itu, generasi muda diharapkan semakin melek politik dan tidak apatis terhadap perkembangan demokrasi di daerah.

MANGGAR, BELITUNG TIMUR –Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur untuk memperkuat pendidikan pemilih bagi generasi muda.

Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, KPU Beltim menilai pendidikan demokrasi sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan pemilih cerdas dan berintegritas di masa depan.

Ketua KPU Kabupaten Belitung Timur, Marwansyah, mengatakan pendidikan pemilih pada Hardiknas 2026 difokuskan pada peningkatan kesadaran berdemokrasi yang sehat, cerdas, dan berintegritas. Menurutnya, KPU bersama jajaran penyelenggara pemilu di seluruh Indonesia akan terus melakukan sosialisasi intensif ke sekolah-sekolah.

“Melalui pendidikan pemilih ini, kami ingin membangun pondasi demokrasi sejak dini bagi para pelajar sebagai calon pemilih masa depan,” ujar Marwansyah, Sabtu (2/5/2026), usai mengikuti upacara Hardiknas di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Jalan Raya Gantung-Manggar.

AddText 05 02 01.59.17 scaled

Ia menjelaskan, terdapat empat fokus utama pendidikan pemilih pada Hardiknas tahun ini, yakni integrasi demokrasi dan pendidikan, sosialisasi ke sekolah, penguatan nilai-nilai demokrasi, serta membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Sehingga melalui inisiatif ini, diharapkan pemilih pemula di sekolah-sekolah dapat menjadi agen perubahan yang memahami hak dan kewajibannya dalam berdemokrasi,” jelasnya.

KPU Beltim Menyapa Pemilih Pemula

Sejalan dengan semangat Hardiknas 2026, KPU Kabupaten Belitung Timur terus bergerak memperkuat pendidikan pemilih menjelang Pemilu 2029 mendatang. Salah satunya melalui program bertajuk “KPU Beltim Menyapa Pemilih Pemula” yang digelar di SMK Negeri 1 Manggar, Desa Padang, Kecamatan Manggar.

Program tersebut menyasar kalangan pelajar guna menanamkan kesadaran politik sejak dini sekaligus meningkatkan partisipasi generasi muda dalam demokrasi.

Anggota KPU Beltim Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Asrikhah, menegaskan bahwa pelajar yang telah atau akan memasuki usia 17 tahun memiliki hak penting dalam demokrasi, yakni hak memilih.

“Demokrasi yang sehat dimulai dari data yang jujur. Kami mengajak adik-adik semua untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi agen demokrasi di lingkungan keluarga masing-masing,” ujar Asrikhah, Rabu (29/4/2026).

AddText 05 02 01.59.06 scaled

Menurutnya, salah satu fokus utama edukasi kali ini adalah layanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Hal tersebut dinilai penting karena data pemilih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Edukasi ini penting agar tidak ada lagi keraguan saat masuk ke TPS nanti,” katanya.

KPU Beltim juga mengajak siswa dan pihak sekolah aktif melaporkan perubahan data kependudukan, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga. Untuk mendukung hal tersebut, KPU membuka layanan pemutakhiran data pemilih setiap hari kerja di Kantor KPU Kabupaten Belitung Timur, Komplek Perkantoran Manggarawan, Desa Padang, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Melalui pendekatan langsung ke sekolah-sekolah, KPU Beltim optimistis tingkat partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2029 akan meningkat signifikan. Selain itu, generasi muda diharapkan semakin melek politik dan tidak apatis terhadap perkembangan demokrasi di daerah.

“Kami ingin generasi muda berperan aktif menjaga kualitas demokrasi di masa depan. Langkah kecil mereka dalam memastikan data pemilih adalah kontribusi besar bagi negara,” tutup Asrikhah.*