TANJUNGPANDAN –Komunitas Tembang Lawas, atau disingkat dengan nama Kotela Belitong, menggelar Lomba Tembang Lawas se-Pulau Belitong, dengan format Pop Singer, yang dilaksanakan di Sudut Kopi Babe, Jalan Pattimura Tanjungpandan, pada Minggu 28 Desember 2025.
Lomba Tembang Lawas ini, terbuka untuk masyarakat umum, usia 17 tahun ke atas. Kegiatan ini bertujuan, untuk melestarikan lagu-lagu lawas Indonesia, sekaligus menjadi wadah bagi para pecinta musik klasik Tanah Air. Para peserta diiringi oleh Band Chandon.
Ketua Panitia sekaligus Dewan Juri, Basri, menyampaikan bahwa lomba ini, diikuti oleh 23 peserta, terdiri dari 7 peserta pria, dan 16 peserta wanita.
“Hari ini kita, melaksanakan babak final untuk kategori pria, dari sore hingga malam hari. Setelah itu, malamnya dilanjutkan, dengan kategori wanita. Pada hari ini juga akan ditentukan, peserta yang masuk dalam finalis,” ujar Basri.
Ia menambahkan, babak grand final akan digelar pada tahun 2026.
“Final akan kita mundurkan. Rencananya, bulan Januari 2026, agar bisa dibuat lebih meriah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kotela Belitong, Yusri alias Candon, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Kotela, dalam menjaga eksistensi lagu-lagu lawas Indonesia.
“Kami dari Kotela ingin melestarikan lagu-lagu lawas Indonesia, sekaligus membangkitkan minat generasi muda, terhadap musik klasik Tanah Air,” ungkapnya.
Lagu Wajib dan Pilihan Lomba Tembang Lawas
Adapun Panitia Lomba Tembang Lawas se-Pulau Belitong, yang digelar Komunitas Tembang Lawas (Kotela) Belitong, telah menyiapkan daftar lagu untuk babak penyisihan, dan babak final, baik kategori pria maupun wanita, yang harus dinyanyikan, sebagai salah satu syarat mengikuti, konstentan dalam lomba ini.
Diharapkan lomba ini menjadi agenda rutin, yang mampu memperkuat kecintaan, terhadap musik lawas di Pulau Belitong.











