MANGGAR – Suasana Minggu pagi di tepi pantai Belitung Timur tampak berbeda dari biasanya. Deburan ombak, semilir angin pantai, dan gerakan senam puluhan lansia berpadu dalam kegiatan edukatif yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur bersama organisasi Kebugaran Lansia dan Pra Lansia Indonesia (KLPI) Belitung Timur, Minggu (17/5/2026).
Melalui program bertajuk KPU Beltim Sapa Lansia, KPU Belitung Timur kembali melaksanakan pendidikan pemilih dengan pendekatan yang lebih segar, santai, dan membumi. Kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok pemilih rentan, yakni para lansia, agar tetap aktif memahami pentingnya demokrasi dan menjaga hak pilih mereka.

Momentum senam rutin mingguan KLPI dimanfaatkan KPU Beltim untuk menghadirkan edukasi kepemiluan yang ringan namun bermakna. Kegiatan senam dipandu oleh instruktur senam, Ibu Nia, yang sukses membangkitkan semangat para peserta sejak pagi hari.
Usai senam, suasana hangat berlanjut dengan sesi penyampaian materi kepemiluan dan demokrasi yang dibawakan oleh Anggota KPU Kabupaten Belitung Timur Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklih Parmas dan SDM), Asrikhah.
Dalam pemaparannya yang interaktif, Asrikhah menekankan bahwa suara lansia memiliki arti penting dalam perjalanan demokrasi.
“Ibu-ibu telah melewati banyak masa kepemimpinan dari waktu ke waktu. Pengalaman nenek dan ibu-ibu semua sangat penting untuk membimbing generasi anak cucu agar tidak salah pilih. Keteladanan ibu-ibu menjadi contoh nyata warga negara yang bertanggung jawab,” ujar Asrikhah di hadapan para peserta.
Tak hanya mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih, Asrikhah juga mengajak para lansia untuk tetap aktif mengikuti perkembangan pembangunan di Belitung Timur meski saat ini belum memasuki tahapan pemilu.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu terus menjaga kesadaran politik serta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya informasi palsu atau hoaks di media sosial.
“Jangan mudah percaya berita yang memecah belah. Tanyakan kepada keluarga atau cek langsung sumber informasinya agar tidak mudah terpengaruh,” pesannya.
Konsep sosialisasi di ruang terbuka dengan latar pantai membuat suasana diskusi terasa lebih cair dan akrab. Para peserta lansia tampak antusias menyimak materi yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
Inisiatif “jemput bola” yang dilakukan KPU Beltim ini pun mendapat sambutan hangat dari pihak KLPI Belitung Timur. Ketua KLPI Belitung Timur, Ibu Lisna, menyampaikan apresiasi atas kepedulian KPU terhadap kaum lansia.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KPU Beltim yang mau turun langsung berbaur dengan kami di sini. Kegiatan ini sangat positif, karena selain mendapatkan kebugaran fisik dari senam pagi, kami juga mendapatkan ‘vitamin’ pengetahuan baru tentang kepemiluan yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, dengan adanya kegiatan pendidikan pemilih di masa non-tahapan ini, Ketua KPU Belitung Timur Marwansyah berharap kesadaran politik masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, dapat terus terjaga dan meningkat demi terciptanya kualitas demokrasi yang lebih baik di masa mendatang.













